
Buka app
+ Ikuti
Bagi orang tua, memiliki anak yang saleh salehah, taat dan patuh adalah suatu karunia besar. Sebaliknya, punya anak nakal, pembangkang dan susah diatur membuat orang tua pusing dan kerap marah-marah.
Namun jangan lupa sahabat umma, dalam Islam kita diajarkan bahwa perkataan adalah doa. Jangan sampai perkataan yang keluar dari mulut kita saat marah dicatat sebagai doa dan jadi kenyataan.
Kisah Imam Besar Masjidil Haram Syeikh Abdurrahman AsSudais menjadi salah satu contohnya.
“Hati boleh bersedih, mata boleh menangis, namun yang keluar dari mulut hanya yang diridai Allah saja,” ujar Ustaz Arif Rahman Lubis membuka cerita tentang Syeikh AsSudais.
![]()
Syeikh Abdurrahman AsSudais. (Foto: Net)
Begitulah juga yang dilakukan ibunda Syeikh AsSudais. Pada suatu hari, ia menerima sejumlah tamu di rumah. Makanan istimewa disiapkan sebagai jamuan bagi para tamunya.
AsSudais kecil saat itu memang kerap berulah dan tergolong nakal. Makanan yang disuguhkan ditaburi pasir hingga kotor semua. Alih-alih memarahi dengan kata-kata yang tidak baik, ibunya malah menyumpahi AsSudais menjadi imam masjidil haram.
“Kebayang kan kalau itu terjadi pada kita. Lagi ada tamu, lalu makanan ditaburi pasir. Pasti marah dan mengatakan anaknya nakal dan bla bla bla. SEmentara ibunda AsSudaih malah mengatakan ‘Awas ya kamu! Kalau sudah besar jadi imam masjidil haram’,” tutur Ustaz Arif.
Dari ribuan ucapan Ibunda AsSudais, kini jadilah kenyataan anaknya menjadi imam besar yang disegani. Jadi, jangan remehkan perkataan yang keluar dari mulut kita. Usahakan ucapan yang kita keluarkan adalah yang disukai Allah.
24
Komentar
761
748

72
242

298
358

183
292

79
232


Lihat 20 Artikel