
Tanggal 9 Desember 2020 dibeberapa daerah baik Provinsi maupun kabupaten/Kota melaksanakan pemilihan Kepala Daerah tentu, dalam sebuah kompetisi ini, seluruh kontestan harus menyiapkan dua jenis mental. Mental siap menang dan siap kalah. Ya, siap untuk menerima kemenangan dan juga kekalahan.
Mengapa penting menyiapkan kondisi kejiwaan di atas? Dalam sebuah kompetisi kemungkinan ekstrim yang akan dihadapi cuma ada dua: menang atau kalah. Bisa juga hasilnya seri.
Tapi dalam sebuah kontestasi politik, harus ada yang keluar jadi pemenang, karena harus ada yang tampil memimpin. Sementara yang kalah, dalam konteks demokrasi, bisa memilih menjadi barisan oposisi.
Ketika akhirnya memenangkan kompetisi politik, penting bagi mereka menenggang rasa kepada pihak yang kalah. Lakukan tasyakur kemenangan dengan cara yang santun dan merendah dan yang amat penting adalah kekuatan itu ada karena ada tim yang kuat dan solid maka hargai mereka.
Bagi yang kalah, segera terima kekalahan dengan legawo Bersiap-siap diri untuk mengambil peran sebagai kekuatan check and balance kekuasaan, lalu, siap bertarung di periode berikutnya. Jangan saling menyalahkan karena mereka juga telah banyak berbuat untuk meraih kemenangan.
Prasyarat semua ini tentu, penyelenggaran kontestasi politik harus benar-benar jujur dan adil. Masing-masing kontestan menjungjung tinggi fairplay dan sportifitas.
Jangan ada kecurangan atau permainan kotor. Tidak boleh ada satu pun kontestan yang menggenggam nilai menghalalkan segala cara agar menang. Harus menjunjung tinggi fairness dalam prosesnya.
Kunci akhir adalah kesehatan jasmani dan rohani jika terlalu banyak memikir atas kekalahan bisa jadi berdampak buruk yang akan timbul pasca perhelatan teersebut. Mari kita jaga kesehatan, karena sehat itu mahal.