
Pak Widodo nama lengkapnya kami memanggilnya pak Wi..beliau sosok bapak yang baik di BDK Padang..saat itu kami ikut PKP I beliau sosok yang bertanggung jawab atas tugasnya. 14 hari yang lalu berpisah dengan istri tercinta yang berpulang kerahmatullah.. ayo simak dan hayati ungkapan hati beliau yang dituagkan dalam tulisan sebagai Inspirator kita sebagai suami.
Semoga Istri tercintanya diampuni segala dosa dan ditempatkan pada tempat yang paling mulya disisiNya. kami selalu mendoakan semoga pak wi dan anak-anak tabah menghadapi ujian yang paling berat ini.

Ini ungkapan hati beliau :
Bunda Sayang.. Malam ini malam ke 14 tanpa bunda ada di sisi Ayah dan anak2..Tanggal 3 Maret 2002 ( 20 Tahun yang lalu) kita mengikat janji sebagai pasangan suami istri…Meskipun kita belum punya momongan, sejak saat itu bunda memanggil dengan sebutan Ayah..dan ayah memanggil dengan sebutan Bunda Sayang..sampai akhirnya ke 3 putra kita lahir.. Perjalanan waktu terus bergerak..kita lewati berdua.. banyak mimpi, keinginan dan harapan yang selalu kita diskusikan bersama…meskipun kita belum tahu cara dan jalan untuk mencapainya..entah kapan..terkadang kebuntuan juga menghadang didepan kita..sangat banyak kenangan yang kita jalani bersama. Bahkan sampai detik ini ayah masih yakin kalo bunda sayang masih ada..Saat mata terbuka, selalu berharap bunda ada disamping ayah, dan ketika hati ini sepi, berharap bunda sayang ada dan datang sebagi penyejuk hati.
Masih terngiang dalam pikiran dan di pelupuk mata ayah gimana bunda selalu bilang maafkan bunda belum bisa menjadi istri yang ideal, belum bisa menjadi istri yang bisa dibanggakan, istri yang tidak bisa dibawa ketengah, istri yang tidak bisa berdandan, dan banyak lagi kata2 yang selalu bunda ucapkan, tapi itu semua tidak pernah ayah lihat dalam diri bunda.. Justru ayah bangga bisa berdampingan bersama bunda.Kelembutan bunda, kesederhanaan bunda dalam penampilan, selalu rendah hati, tidak pernah mengeluh apalagi mengumpat, dan bagaimana cara berbakti kepada orangtua baik orang tua kandung maupun ke simbok bapak sebagai mertua selalu bunda tunjukkan ke ayah, selalu mengingatkan ayah untuk tidak lupa menelpon dan mengirimkan sesuatu yang beliau senangi, bahkan disaat sakitpun masih sengaja membuatkan masakan yang disukai simbok bapak..selalu memikirkan bagaimana ibu dirumah, bahkan ketika ada dinas ke daerah rela tidak ikut karena memang ingin menjaga ibu dirumah.
Bunda sayang..dalam mendidik anak selama ini anak nurut dan patuh sama bunda..setiap bunda nasehati mereka mendengar, meskipun terkadang apa yg diharapkan belum seperti yg diinginkan,bahkan pada saat bunda sedang sakit..bunda yang justru memberi dorongan buat bang Aan berangkat ke Cairo, Mesir. Dalam segala hal yang lain mengalahkan image2 negatif tentang bunda yang sering bunda sampaikan.. semua justru membuat ayah bangga menjadi pendamping bunda..
Ketika bunda masak, jika ada ayah sedang dirumah selalu ayah temenin di dapur, diawali dengan pertanyaan masak apa sayang, ayah cium dan peluk dari belakang dan bundapun selalu membalas dengan melingkarkan tangan keleher ayah.. Subhanallah.. Meskipun hanya membantu mengupas bawang, menggiling bumbu2 lain ,angkat batu lado yang sesungguhnya tanpa ayahpun masakan selesai juga..Setelah itu ayah buat kopi hitam + gula merah satu cangkir buat kita berdua..
Bunda Sayang..Banyak waktu yang sengaja kita habiskan berdua.Ketika ayah jemput bunda pulang dari kantor meskipun jaraknya dekat kerumah, tapi terkadang bisa memakan waktu berjam2 baru sampai rumah..karena kita bangun kebersamaan dengan selalu berkeliling menyusuri jalan tanpa ada tujuan sambil diskusi kecil, sambil browsing2 tempat kuliner, karena memang soal kuliner kita klop.. tapi ujung2ngya ke tempat kuliner andalan yang sudah jelas harga dan rasanya di daerah GOR, Nurul Iman dan Bandar Purus..
Untuk urusan bulanan, sejak pembayaran gaji pegawai dibayar non tunai, sejak saat itu ayah tidak pernah memberikan gaji ayah sbg tanggungjawab seorang suami ke bunda sayang..tp hanya bilang ke bunda” Bunda sayang,, gaji ayah dah masuk ke rekening,..kata bunda “ya yah..biar aja di rekening ayah..karena untuk kebutuhan2n ayah juga yang belanja.. dan bundapun nggak pernah protes..
Bunda Sayang….maafkan ayah..ayah belum bisa menjadi suami yang baik dimata bunda..Ayah sangat mencintai dan sayang sama bunda…betapa ayah ingin selalu disamping bunda.. Tapi tuntutan tugas yang harus meninggalkan bunda dan bunda sangat memahami itu..sampai akhirnya tahun 2018 awal tahun dimana Allah menegur kita..tapi kita belum juga menyadarinya..masuk tahun 2019 akhirnya baru sadar Ujian itu begitu nyata dan terasa..tapi bunda tetap tenang, tabah, tidak pernah mengeluh, bahkan pada saat saudara dan temen bertanya bunda selalu bilang sehat sambil terus berupaya mencari solusi dan solusi..paling bunda saat mau tidur minta di elus2 punggung dan membunyikan jari kaki.
Tahun 2020 kita ambil keputusan untuk jalan terbaik menurut medis.. dan sejak saat itu aktifitas keseharian, setiap minggu, setiap bulan tidak lepas dari usaha gimana bunda sayang tetap semangat, kuat dan sehat dengan terus kontrol dan konsul ke Dokter…dan bunda tidak pernah putus asa..meskipun dalam kondisi begitu..bunda selalu pergi ke kantor, karena disamping kewajiban, dengan ketemu kawan2 hati dan pikiran tenang.. dan bahkan sebagian besar temen2 bunda tidak tahu klo bunda sedang diuji oleh Allah SWT…karena bunda tetap merespon jika ada yang bertanya tentang pekerjaan.
Bunda Sayang…rasanya masih nggak percaya ketika tgl 2 April 2022 jam 15.00 kita datang menghadap ke Dokter untuk kontrol..dengan harapan setelah itu kita pulang dan menjalankan ibadah Puasa 1443 H…Ya Allah… betapa Ayah, anak2, ibu,simbok, bapak, kakak,uda, adik dan semuanya sangat sayang sama bunda.. Tapi Allah Yang Maha Kuasa ternyata lebih sayang sama bunda. 😭😭 Selama satu bulan Ramadhan 1443 H penuh (1 bulan lebih 5 hari di RS bunda berjuang dan terus berjuang dengan harapan pulang berkumpul bersama dengan anak2 dan semua kerabat lagi .. Tapi Ya Allah.. Zat Yang Mencintai HambaNya..terlalu cepat rasanya Engkau berkehendak..Tapi jika sudah berkendak maka tidak bisa sedetikpun hambaNya mengindar..Ju’mat, 6 Mei 2022 M / 5 Syawal 1443 H pukul 20.18 WIB Bunda Sayang pergi selamanya meninggalkan kami semua…Terlalu cepat bunda pergiiii..Bunda Sayang .. I Love U…😘😘 Bunda sekarang sudah tenang di sana, Bunda bisa tidur nyenyak tanpa merasakan sakit lagi…Kami semua mengikhlaskanmu sayang.. Senyummu akan selalu ayah rindu..Kelembutanmu akan selalu ayah tunggu..Kepribadianmu akan selalu terpatri dalam sanubari.. Insya Allah kita bertemu di Syurga sayang…Aamiin. Love u sayaaaang😘😘😥.Doa ayah yang selalu merindukan Bunda Sayang.
Padang, 19 Mei 2022 M/ 18 Syawal 1443 H.
Tulisan ini diambil difacebook pak widodo tgl.24 Mei 2022. menetes air mata saat membacanya. Salam hormat pak wi. By. Abdul Rahman Peserta PKP I Tahun 2021