
(Saadatul Insan Jambi)
Messages from Water and The Universe penelitian yang dilakukan seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo pada tahun 2003, Masaru Emoto.
Pada penelitiannya, Emoto mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia di sekelilingnya, yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen. Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi ‘indah’ dan ‘mengagumkan’ apabila mendapat reaksi positif di sekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi ‘buruk’ dan ‘tidak sedap dipandang mata’ apabila mendapat efek negatif di sekitarnya, seperti kesedihan dan bencana. Lebih dari dua ribu buah foto kristal air terdapat di dalam buku “Messages from Water and The Universe” yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulannya sehingga hal ini berpeluang menjadi suatu terobosan dalam meyakini keajaiban alam. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.
Begitu dahsyatnya pengaruh dari reaksi yang diperlakukan pada sebuah benda. Percobaan-percobaan tadi hanya dilakukan pada benda mati. Bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita, pasangan hidup kita, rekan-rekan kerja kita, dan orang-orang di sekeliling kita, bahkan binatang dan tumbuhan di sekeliling kita pun akan merasakan efek yang ditimbulkan dari getaran-getaran yang berasal dari pikiran, dan ucapan yang kita lontarkan setiap saat kepada mereka.
Maka sebaiknya selalulah sadar dan bijaksana dalam memillih kata-kata yang akan keluar dari mulut kita, kata-kata yang kita tulis, demikian juga kendalikanlah pikiran-pikiran yang timbul dalam batin kita. Saatnya kita bertanya pada diri kita, sudahkan kita berpikiran, berkata-kata, berbahasa dengan menyalurkan energi positif? Kita tidak perlu mencari contoh jauh-jauh. Perhatikan diri kita, jabatan kita yang selalu kita anggap sebuah prestige yang harus dihormati.