Hari Putra Pulang Kampus, Rektor Bangga Mahasiswanya Sukses

Hari Putra bersama Rektor UIN Sutha Jambi

Hari Putra artis Liga Dangdut 2020 asal Jambi pulang ke kampusnya UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Rabu,16 Desember 2020 langsung menghadap rektor Prof.Dr.H. Su’aidi Asy’ari, MA, Ph.D.

perjumpaanya dengan rektor Hari menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari keluarga besar UIN dapat mengantarnya menjadi juara tiga pada Liga Dangdut Indonesia 2020

Rektor Su’aidi yang didampingi Ketua Dharma Wanita UI Sutha Ibu Hj Chadijah Su’aidi memberi ucapan selamat kepada Hari Putra yang telah meraih juara tiga pada ajang Liga Dangdut Indonesia 2020, sebagai rektor tentu bangga melihat mahasiswanya sukses, rektor berpesan jaga diri dengan baik jangan terpengaruh pada hal-hal yang negatif, sesorang terkadang hancur disaat ia lagi sukses, jaga sholat bangun komunikasi yang baik, pesan rektor

rekor menambahkan UIN Sutha Jambi saati ini sedang menata kampus untuk lebih maju sekarang UIN Sutha sudah masuk Rangking Dunia UI GreenMetric, sekarang semua fasilitas, sarana perkuliahan, olahraga dan sebagainya sedang kita baangun semuanya untuk mendidik generasi muda untuk Bangsa ini. kita minta Hari Putra cinta dan jaga Almamaternya.

ANTISIPASI PENYEBARAN COVID 19, JALAN SANTAI DIES NATALIS UIN STS JAMBI DI TUNDA

dr.Tri Wibowo Tim Gugus Covid-19 dan Dr.Masiyan,M.Ag Ketua Panitia

Dalam upaya Mengantisipasi Pandemi Covid 19, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Menunda Kegiatan Jalan Santai Dalam Acara Dies Natalis ke 53 yang awalnya di jadwalkan pada tanggal 13 Desember 2020.

Penundaan Acara tersebut di sebabkan Pandemi Covid yang semakin Meningkat seperti di jambi sendiri telah hampir mencapai angka 3000 kasus Covid 19

Dr. Masiyan, M.Ag selaku ketua panitia Membebnarkan hal tersebut dikarenakan Kondisi Pandemi Covid 19 Sehingga menunda Kegiatan Jalan Santai Dies Natalis 53 UIN STS Jambi.

“Kami telah melakukan Rapat Dengan Pimpinan dan dengan berat hati Kegiatan Jalan santai ini Terpaksa ditunda Karena melihat situasi Covid 19 pada hari ini.” Ungkap Dr. Masiyan

Sementara itu Kegiatan Jalan Santai yang di pelopori beberapa Donatur Untuk hadiah seperti sepeda Motor juga di ungkapkan Oleh Ketua panita.

“Ucapan Terimakasih dan Memohon maaf kepada seluruh donatur atas keputusan yang telah kami ambil dengan beberapa pertimbangan Pandemi Covid 19 namun penundaan ini akan dilaksanakan Saat situasi Covid sudah Mulai Membaik”. Tambah Masiyan.

Ketua Gugus Tugas Covid 19 dr. Tri Winowo menambahkan bahwasanya keputusan yang diambil panitia beserta pimpinan UIN STS Jambi sudah benar dikarenakan Kondisi yang tidak memungkinan Mengumpul Banyak Orang dalam Kondisi saat ini.

“Kita selalu mengawal agar tidak adanya Cluster Baru terkhusus UIN STS Jambi maka dari itu kami tidak Menganjurkan mengadakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang saat situasi Pandemi Covid yang semakin Meningkat.” Tambah dr. Tri Wibowo

BSM Cabang Jambi Sumbang Sepeda Motor Kegiatan Dies Natalis ke 53 UIN Jambi

Menyambut Dies Natalis Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ke 53 pada 13 Desember 2020 Bank Syariah Mandiri Menyumbangkan Satu Kendaraan Roda Dua ke Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi di rektorat UIN Sungai Duren, Kamis ( 10/12/2020 )

Bapak Emir Syafial Menyebutkan Bank Syariah Mandiri Menyumbang Sepeda motor Ke UIN STS Jambi Guna Memberikan Hadiah Untuk Acara Dies Natalis UIN STS Jambi untuk Pemenang Lomba Jalan Santai.

“Kita memberikan Satu Sepeda Motor Ke UIN STS Jambi dengan harapan semoga dapat bermanfaat untuk UIN dan Peserta yang nantinya mendapatkan hadiah motor ini.” Ungkap Emir

Ketua Panitia Dr. masian mengungkapkan Ucapan terimakasih kepada pihak BSM yang menyumbangkan Motor untuk Dies Natalis ke 53 UIN STS Jambi.

“Kita telah Menerima Satu Sepeda Motor dari BSM dan semoga motor yang diberikan dapat bermanfaat bagi UIN sendiri.” Ungkap Masian

PATRIOTISME UNTUK PILKADA

Oleh: Bahren Nurdin
(Akademisi UIN STS Jambi dan Direktur Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan)

Saya awali artikel ini dengan mengingatkan kembali pesan John F. Kenedy “jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu!”.

Sudah ketemu jawabannya? Melalui artikel ini pula saya ingin mengajak kita semua menemukan jawaban itu. Saya pastikan bahwa masing-masing kita memiliki peran penting untuk bangsa ini. Setiap insan yang menginjakkan kaki di Bumi Pertiwi ini memiliki banyak hal yang dapat diberikan kepada bangsanya dengan kapasitas masing-masing. Besar dan kecilnya tentu bukan menjadi ukuran, tapi seberapa mau kita ikut serta membangun negara ini.

Keinginan kita berbuat untuk bangsa dan negara inilah yang kemudian saya sebut dengan sikap patriotisme. Jika nilai-nilai patriotisme itu dikaitkan dengan nilai perjuangan di medan perang, maka saya juga ingin menyadarkan kita semua, dalam konteks yang berbeda, bahwa kita saat ini juga sedang perang. Ya, sedang ‘perang’ melawan Pandemi Covid19. Semua kita sedang berjibaku antara hidup dan mati. Pemerintah dan masyarakat sedang ‘angkat senjata’ di medan pertempuran dengan segala daya yang dimiliki.

Di tambah lagi, medan tempur terberat nanti ada pada tanggal 9 Desember 2020; Pilkada. Saya katakan terberat karena Pilkada kita kali ini berlangsung di tengah berkecamuknya serangan Covid 19. Pemerintah telah memutuskan untuk melangsungkan Pilkada serentak tahun ini dengan menyiapkan segala perangkat ‘perang’ agar masyarakat bisa memilih pemimpin terbaik mereka dan pembangunan di daerah tetap berjalan dengan baik. Pilihan sulit tapi harus dilaksanakan. Maka, mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti aturan main ‘perang’ yang baik seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak adalah ikhtiar terbaik agar kita semua tetap sehat. Menang!

Jika begitu, jika Pilkada kita kali ini dalam kondisi ‘perang’, diperlukan jiwa-jiwa patriotisme untuk kita tetap bisa memberikan hak pilih pada tanggal 9 Desember 2020 nanti. Ya, boleh jadi nilai-nilai patriotisme itu telah terkubur berasama para pahlawan di makam-makam pahlawan di seluruh negeri ini. Saya ingatkan, kinilah saatnya kita bangkitkan kembali. Kita gelorakan kembali. Kita teriakkan kembali. Kita adalah anak-anak bangsa yang cinta akan tanah air ini. Kita adalah masyarakat yang memiliki nasionalisme yang membubung tinggi. Kita bangsa yang kuat. ‘Merdeka atau Mati!’ kata Bung Tomo.

Coba lihat apa yang dikatakan Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa patriotisme adalah ‘sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya; semangat cinta tanah air’. Sikap pengorbanan dan kecintaan untuk kepentingan bangsa dan tanah air.

Jika dipasangkan pada konteks Pilkada, saatnya kita mengorbankan sedikit waktu. Ya sedikit saja, paling beberapa jam demi memilih pemimpin yang diharapkan. Kita habiskan waktu hidup dan berkehidupan di negeri ini selama bertahun-tahun hingga akhir hayat, masak tidak bisa sedikit saja waktu untuk kepentingan bersama. Sebegitu apatiskah kita saat ini? Saya rasa tidak!

Dulu para pahlawan kita bersabung nyawa, angkat senjata siang dan malam di medan pertempuran untuk memerdekakan bangsa ini. Hari ini, waktu dan tempatnya saja yang berbeda. Namun nilai dan tujuannya sama. Nilai perjuangannya tidak berkurang dengan tempat dan cara yang berbeda. Memang tidak memanggul senjata, tapi kita tetap ‘berperang’. Kita memang sudah merdeka, tapi mengisi kemerdekaan ini juga memerlukan perjuangan. Hanya orang-orang yang memiliki nasionalisme dan patriotismelah yang akan mampu memberikan pengorbanan terbaiknya untuk keberlangsungan kemerdekaan bagi bangsa ini.

Akhirnya, jika datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) saja kita tidak sanggup, lantas apa lagi yang bisa kita berikan untuk bangsa ini? Di mana kita simpan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme itu? Saatnya kita berbuat untuk negeri. Sampai jumpa di TPS 9 Desember 2020. Allahuakbar!


Tulisan ini bisa diakses melalui:
https://www.yaqin.id

Takdir Tuhan dan Pesan untuk Pemenang Pilkada Serentak 2020

Siapa bisa mengalahkan takdir Tuhan? No One. Rencana Tuhan pasti lebih baik dari rencana manusia, semua ada hikmahnya bagi orang-orang yang beriman. 

Rakyat telah menentukan pilihan politiknya. Ini menyusul hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei hasil akhir perolehan suara sudah tergambar takdir Tuhan siapa yang menang dan siapa yang kalah. 

Meski begitu kita harus tetap menunggu keputusan resmi hasil rekapitulasi manual yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Seperti halnya kompetisi-kompetisi lainnya, dalam pilkada ini pasti ada pasangan calon yang kalah dan menang, pasti ada suka dan duka. 

Tapi itulah realitas kehidupan yang mau tidak mau harus diterima dan dijalani oleh masing-masing kandidat. Slogan siap menang dan siap kalah memang mudah untuk diucapkan. Tapi butuh jiwa besar untuk mempraktekkan, khususnya bagi pihak yang kalah. 

Ada dua tipe orang yang kalah. Tipe pertama secara kesatria dan lapang dada menerima kekalahan dan mengucapkan selamat pada kandidat yang menang, segera melakukan evaluasi dan instropeksi untuk mengetahui penyebab kekalahan, mengambil pelajaran dan melakukan perbaikan dan siap move on lagi. Kedua, tipe yang tidak mau menerima kenyataan dia kalah, sibuk menuding orang lain sebagai biang kekalahan dan tidak mau instropeksi diri.

Memang tidak mudah menerima kekalahan. Apalagi sudah berjuang sekuat tenaga, berdasarkan hasil polling dan analisis tim sukses menyatakan bahwa anda yakin akan menang. Tapi Anda harus segera bangkit, lakukan evaluasi mungkin Anda salah menggunakan strategi, salah mengkalkulasi dukungan, dan salah memahami masyarakat. 

Saya sungguh bisa merasakan pekan-pekan ini adalah malam kelabu dan terasa panjang serta sulit menutup mata bagi Anda. Setelah bisa menata hati, emosi, kesedihan, kekecewaan, serta melakukan kajian dan dirasa tidak perlu melakukan gugatan.

Pesan untuk pemenang

Menurut penulis hal yang harus segera dilakukan adalah melakukan konferensi pers yang pada intinya Anda mengakui kekalahan, berterima kasih dan meminta maaf kepada para pendukung serta mengucapkan selamat. Hal ini memberikan gambaran perjuangan tradisi demokrasi Indonesia yang sejuk dan bersahabat, memperlihatkan kematangan demokrasi yang kian dewasa penuh ketulusan dan keikhlasan. 

Bagi yang menang pilkada, penulis perlu ingatkan bahwa menjadi kepala daerah adalah alat bukan tujuan. Bila menjadi kepala daerah adalah tujuan, maka Anda telah mencapai garis finish. Namun, sebaliknya menjadi kepala daerah merupakan start awal dari kiprah Anda lima tahun ke depan untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan seluruh warga masyarakat di daerah Anda. 

Satu detik setelah Anda dilantik menjadi kepala daerah roda pemerintahan berada di pundak Anda, Anda harus berhenti berbicara (kampanye/pencitraan) jalankan tugas dan tanggun jawab sebaik-baiknya, sekuat tenaga, jangan mengeluh apalagi ada kata tidak siap. Rakyat cukup cerdas dan akan mengawasi serta menagih janji-jani politik Anda baik pada saat berkampanye turun ke daerah maupun pada saat debat publik.

Pilkada sudah selesai, andalah pemenangnya. Anda akan memasuki kehidupan baru dengan tanggung jawab baru. Ini adalah awal dari perjalanan panjang Anda selama lima tahun ke depan, kuatkan hati Anda karena langit tidak selalu cerah dan ombak tidak selalu tenang. 

Sambil menunggu dilantik segera konsolidasikan tim Anda rumuskan program kerja 100 hari pertama, setahun pertama sampai tahun kelima. Diawal awal masa kepemimpinan jangan pernah sedikitpun berfikir untuk kelanjutan kekuasaan atau pilkada berikutnya. 

Hal tersebut hanya akan membuat Anda tidak fokus dalam menjalankan tugas dengan baik, menjadi racun dan membuat Anda gagal. Keberhasilan program pembangunan Andalah yang nanti akan membuat Anda terpilih kembali.

Stabilitas politik pemerintahan merupakan faktor penting keberhasilan pembangunan. Untuk itu penulis menyarankan segera lakukan rekonsiliasi, pihak yang menang harus mengambil inisiatif untuk berkomunikasi dengan semua pihak yang pada saat pilkada kemarin sempat berlawanan. 

Dalam teori politik hal ini disebut strategi corto dan stretto yaitu mengembangkan semangat reformasi, rekonsiliasi dan kerjasama dengan semua lini (Imam Hidajat,2009). Datang dan temui rival Anda seperti yang dilakukan pak Zumi Zola pada saat menemui pak Hasan Basri Agus setelah mendarat di Bandara Sultan Thaha. Hal ini akan semakin menunjukkan kedewasaan Anda berdemokrasi dan membuat sejuk suasana politik, serta masyarakat melihat bahwa yang menang dan kalah sama-sama berjiwa besar dan elegan. 

Tidak semua rakyat memilih Anda dalam pilkada yang lalu, di daerah pun meski tidak kasat mata, tapi konstalasi politik terbelah cukup tajam, pun dengan para aparat pemerintahan yang dengan terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi tidak mendukung Anda.

Mungkin sebagian kalangan masih belum bisa menerima kehadiran Anda sebagai kepala daerah, terutama para pendukung militan pasangan yang kalah. Tapi Anda harus tetap berlaku adil. Anda sebagai pemimpin daerah yang baru wajib mengayomi dan mensejahterakan seluruh rakyat, tanpa terkecuali termasuk kepada rakyat yang tidak memilih Anda. Itulah etika dan budaya politik yang harus terus dibangun.

Memilih adalah hak sehingga yang tidak memilih Anda bukan melakukan suatu kejahatan, sehingga Anda tidak perlu memusuhi apalagi membenci buta, karena inilah esensi dari berdemokrasi. Sebaliknya baik rakyat yang tidak memilih Anda, maka sekarang harus bersedia untuk dipimpin oleh Anda dan memberikan dukungan dan kritikan yang membangun. Penulis punya slogan, apabila kita tidak bisa menjadi pemimpin yang baik setidaknya kita menjadi anak buah/rakyat yang baik.

Setelah berhasil membangun rekonsiliasi segeralah fokus pada program 100 hari petama karena biasanya publik akan menilai Anda di titik itu. Anda harus membangun trust/kepercayaan dengan semua awak kapal yang akan berlayar satu perahu dengan Anda selama lima tahun kedepan. Konsolidasikan jajaran Anda, briefing semua SKPD, bupati/walikota, camat sampai kepala desa/lurah apa yang menjadi visi misi serta program-program prioritas yang  harus dijalankan lima tahun ke depan. 

Terakhir jangan alergi terhadapat kritik, karena kritik dari masyarakat adalah sesuatu yang wajar. Justru Anda harus menjadikannya sebagai obat dan alat kontrol bagi kinerja Anda. Tetaplah fokus pada pekerjaan program-program Anda, teruslah bekerja dan bersemangat. 

Oleh : Mochammad Farisi, LL.M.

Taqdir Tuhan

Pengertian dan Definisi Takdir Takdir merupakan hukum sebab akibat yang berlaku secara pasti sesuai dengan ketentuan Allah Swt. Takdir merupakan bahasa Tuhan, tidak bisa dirubah dan sudah merupakan kepastian.

Dalam bahasa Arab, takdir disebut qadara, yuqaddiru, atau taqdir. Arti harfiahnya adalah ukuran, ketentuan, kemampuan, dan kepastian. Definisi takdir dijelaskan dalam Al-Quran dalam surah Yasin ayat 38, surah Fussilat ayat 12, surah Al-Furqan ayat 2, dan surah Al-Anam ayat 96. Dari ayat-ayat tersebut menarik 3 kesimpulan, yakni: Pertama, takdir berlaku untuk fenomena alam, artinya hukum dan ketentuan dari Tuhan mengikat perilaku alam.

Sehingga hukum sebab akibat yang terjadi di alam ini dapat dipahami manusia. Kedua, takdir Tuhan terkait hukum sosial (sunnatullah). Hukum ini melibatkan manusia di dalamnya. Ketiga, akibat dari takdir dalam arti hukum kepastian Allah yang baru dapat diketahui setelah berada di alam akhirat..

Gulai Terjun, Ajang Kreatif Para DW

Dr.As’ad Isma, M.Pd Wakil Rektor II UIN SUTHA

Wakil Rektor II UIN SUTHA Dr.As’ad Isma,M.Pd membuka Lomba Memasak Gulai Terjun sebagai masakan Tradisional  Khas Jambi

Kegiatan berlansung di Auditorium Chatib Quzwain UIN SUTHA 8 Desember 2020 Wakil Rektor II menyampaikan apresiasi atas edukasi para Ibu Dharma Wanita UIN SUTHA dalam mengadaan perlombaan cara memasak gulai terjun, gulai terjun ini harus kita promosikan yang merupakan salah satu kuliner khas Jambi. Gulai Terjun tak asing lagi di telinga masyarakat Jambi salah satu masakan khas Jambi yang terdiri dari daging dan rempahan tradisional ala kapung.

Wakil rektor II juga menyampaikan permohonan maaf dan salam dari rektor pada saat ini beliau masi bertugas di Jakarta dalam memperjuang UIN SUTHA pengembangan Strategis ia juga menyapaikan bahwa UIN SUTHA masuk rangking 3 sesama perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia. Dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia UIN SUTHA di ranking 40 dan ranking 485 dari 912 Peguruan Tinggi se Dunia dari 84 negara.Ucapnya.

Dharma Wanita UIN Sutha menjadi  masakan khas Jambi bagian tangkai lomba dalam rangka Dies Natalis ke 53 Tahun 2020 yang diperlombakan pagi ini selasa 8 Desember 2020 bertempat di Auditorium Chatib Quzwain UIN Sutha.

Hj. Chadijah Su’aidi selaku Ketua DWP UIN Sutha Jambi mengatakan lomba gulai terjun sengaja kita perlombakan dalam rangka memeriahkan  Dies Natalis ke 53 yang pesertanya terdiri dari para Ibu-ibu Dharma Wannita UIN Sutha, tujuan gulai terjun diperlombakan salah satunya bentuk mendorong para istri rajin memasak untuk suami dan keluarga.

Ia menambakah namayapun “Gulai Terjun” cukup menarik perhatian banyak orang terutama dari luar Jambi dan rasanya tentu menarik dan berbeda dari gulai -gulai daging lain.

dilokasi lomba memasak gulai terjun yang bertempat di auditorium kampus UIN Sutha Sungai Duren juga banyak bermacam macam kue tradisional khas Jambi Ibu Eni Magrani As’ad mengajak kita semua untuk menikmati masakan khas Jambi (ar)

PERDANA IKUT SERTA: UIN SUTHA JAMBI MASUK RANKING DUNIAUI GreenMetric 2020

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof.Dr. H. Su’aidi Asy’ari, MA, Ph.D

UIN STS Jambi dari yang tidak begitu dihitung di Indonesia sedang disiapkan untuk masuk ranking dunia. Setelah Tim GreenMeric SUTHA bekerja keras tanpa lelah dalam dua bulan terakhir ini, akhirnya impian besar tersebut berbuah manis.

Pengumuman ranking ini disampaikan dalam acara resmi tersebut disampikan oleh ketua UI GreenMatric dalam acara bergengsi Universitas Indonesia yang dilaksanakan secara virtual pada tanggal 7 Desember 2020.

Acara bergengsi tahunan UI tersebut dihadiri oleh Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara virtual.

UIN SUTHA bertengger di ranking 3 sesama perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia. Dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia UIN SUTHA di ranking 40 dan ranking 485 dari 912 Peguruan Tinggi se Dunia dari 84 negara.

Walau baru pertama kali menyusun borang untuk perankingan ini, UIN SUTHA memperoleh 5150 poin dari enam Indikator penilaian dengan total poin maksimal 10.000. Diantara poin yang dinilai dari enam indikator adalah (1) Setting and Infrastructure, (2) Energy and Climate Change, (3) Waste, (4) Water, (5) Transportation, dan (6) Education and Research.

Capaian yang luar biasa tersebut adalah buah dari kerja sama Tim UI GreenMetric SUTHA di bawah koordinasi para Wakil Rektor 1 Dr. Rofiqoh Ferawati, Wakil Rektor 2 Dr. Asad Isma dan Wakil Rektor 3 Dr. Bahrul Ulum.

Rektor Prof.Dr.H. Su’aidi Asy’ari, MA, Ph.D menyampaikan rasa syukur dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Tim dan seluruh unit terkait baik yang telah mendukung secara langsung maupun tidak langsung.

Ketika ditanya apa langkah berikutnya yang akan dilakukan oleh UIN SUTHA, rektor menjawab bahwa saat ini Tim yang sama juga akan mempersiapkan borang untuk SDGs World University Ranking versi Times Higher Education. Salah satu ranking terpenting di dunia saat ini berkaitan dengan SDGs (Sustainable Development Goals). Direncanakan borang tersebut akan diupload menjelang dua tahun pelaksanaan Visi Lokomotif perubahan sosial unggul nasional menuju internasional dengan semangat dan moderasi Islam.

Rektor menyampaikan bahwa di tengah UIN SUTHA yang baru mulai berbenah dari segi bangunan fisik dan bangunan mind set baru sudah bisa masuk ranking dunia dari yang sama sekali selama ini tidak dikenal. Apa lagi nanti setelah apa yang sedang dikerjakan sekarang rampung, maka kemungkinan UIN Jambi masuk dalam SGDs world university ranking sangat terbuka. Semoga.

  1. Wageningen University & Research, Netherland
  2. University of Oxford, United Kingdom
  3. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Tiga Pejabat Publik Jambi Serahkan Tiga Kendaraan Roda Dua Ke UIN STS Jambi

Photo penyerahan simbolis kendaraan roda dua

Tiga Pejabat Publik Provinsi Jambi menyerahkan tiga kendaraan roda dua diantaranya Ihsan Yunus Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr. dr. Mauana, M.KM Wakil Walikota Jambi dan Rocky Candra,SE Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi.

Penyerahan tiga kendaraan roda dua dalam rangka memeriah Jalan Sehat UIN STS Jambi pada Dies Natalis ke 53 tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2020 mendatang.

Penyerahan tiga motor secara sembolis oleh masing-masing perwakilan, diantara Usman El Qurais, MA, Ph.D yang mewakili Walikota Jambi, Rido mewakili Rocky Candra Wakil Ketua DPRD Jambi dan Junaidi mewakili Ihsan Yunus Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.

Dalam acara penyerahan yang bertempat di lobby rektorat UIN STS Jambi, Senin 7 Desember 2020 diterima langsung Wakil Rektor II UIN STS Jambi Dr.As’ad Isma, M.Pd dalam sambutannya mengucapkan ribuan terima kasih kepada tiga pejabat Jambi yang eksis berkiprah dibidangnya masing -masing, ia menyakini bahwa membangun komunikasi itu sangat penting dan yakinlah apa yang disumbangkan suatu saat cepat atau lambat ia akan menerima lebih dari yang disumbangkan hari ini. Ucapnya

Keluarga UIN tentu selalu mendoakan kepada tiga pejabat kita yang telah dapat amanah dari masyarkat sukses dalam bertugas dan selalu melahir karya yang terbaik untuk daerah dan bangsa ini. Mantan Ketua Ansor Jambi dan juga pengamat politik ini juga menunggu teman -teman lainnya ikut berpartisipasi dalam memeriahkan Dies Natalis ke 53 UIN STS Jambi

Turut juga hadir dalam acara tersebut wakil ketua Dies Natalis Dr Masian, Darul Hifni, kabag Akademik Junaidi Kabag Umum dan panitia Dies Natalis ke 53 Lainnya.