Pemungutan suara atau pencoblosan di Pilkada 2020 akan berlangsung pada Rabu, 9 Desember 2020. Sebelum pencoblosan dilakukan, sebagaimana dijadwalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, ada dua tahapan penting dalam Pilkada Serentak 2020, yakni kampanye dan masa tenang.
KPU telah Menetapkan jadwal kampanye Pilkada Serentak 2020 adalah pada 26 September-5 Desember 2020. Dengan demikian, jadwal masa tenang Pilkada 2020 selama tiga hari, yakni 6-8 Desember 2020.
Sebagaimana pemilu-pemilu sebelumnya, periode kampanye dan masa tenang merupakan tahapan pilkada dengan potensi pelanggaran aturan yang tinggi. Sebab, dua tahapan tersebut menjadi ajang para kandidat dan tim suksesnya menarik simpati masyarakat yang memiliki hak pilih.
dalam masa tenang menjelang pemungutan suara sering kali terjadi kegilisahan baik itu para kontestan atau candidat maupun tim sukses apa lagi muncul banyak hasil surve terkadang tidak bersumber jelas, klem mengklem sudah lumrah dilakukan, kesemuan itu boleh percaya boleh tidak tergantung dari persepsi mana kita menilai, yang jelas itu adalah gendangan dalam masa pilkada.
Dalam masa tenang sering sekali menjadi pelanggaran yang berujung pidana baik pelaku maupun korban dari pelaku yang melakukan pelanggaran Pilkada, momentum bagi kita semua untuk memahami tiga perinsip dalam sebuah perjuangan atau kontestan dalam sebua ivent :
pertama, kembali memahami dengan sesungguh aturan main yang sudah disepakati bersama, kedua menyakini dengan sesungguhnya usaha dan ikhtiar yang dilakukan sebelum memasuki masa tenang sudah maksimal dan ketiga apapun keputusannya nanti “menang atau kalah ” sudah menjadi takdir dari yang maha kuasa maka lambat atau cepat hikmah dari takdir tuhan akan diketahui dan itu hak pirogatifNya semata-mata. teruslah berdoa agar Allah memberi yang terbaik untuk kita semua,ingat jaga silaturrahim, jaga kesehatan karena sehat itu mahal.
Dr.Bahrul Ulum, MA dan Prof.Dr.Ir. Dedi Priadi, DEA
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang terdiri dari Tim Green Sutha dan Kerjasama melakukan Studi Banding ke Universitas Indonesia (UI) Depok Jawa Barat, kegiatan studi banding ini berlangsung Jum’at, 4 Desember 2020, dengan tujuan untuk mempelajari dan mengamati secara langsung program UI Lestari yang telah meraih peringkat 47 Dunia dan peringkat 1 di Indonesia dalam perangkingan UI GreenMetric (UIGM) tahun 2019 serta sebagai perguruan tinggi yang memberi dampak Sosial dan Ekonomi berbasis SDGs dari 766 Universitas dari 85 negara di dunia pada perangkingan Times Higher Education (THE) di tahun yang sama.
Kedatangan Tim Green Sutha UIN STS Jambi yang berjumlah 10 orang yang dipimpin oleh Dr.Bahrul Ulum, MA selaku wakil rekor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN STS Jambi disambut baik oleh Rektor yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset UI, Prof. Dr. Ir.Dedi Priadi, DEA dan beberapa pejabat UI lainnya bertempat di Aula Pertemuan Lt.2 PAU/Rektorat UI.
Photo Bersama Green Sutha dan Kerjasma
Dalam pertemuan yang belangsung lebih kurang 60 menit tersebut Bahrul Ulum menyampaikan UIN STS Jambi saat ini sudah melakukan submit dalam program UI GreenMetric (UIGM), ini menunjukkan bahwa Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. Su’aidi Asy’ari , MA, Ph.D berkomitmen untuk menjadikan kampus yang ramah lingkungan sehingga UIN STS Jambi masuk dalam standar Penilaian kampus kelas dunia sesuai dengan standar UI GreenMetric World University Rankings. Katanya
Kehadiran TIM Green Sutha dari UIN STS Jambi tentu ingin mengetahui secara langsung program UI Lestari dalam melestarikan lingkungan dengan mengamati secara langsung proses yang diakukan dilapangan. selain mempelajari program GreenMetric, Bahrul juga melakukan penjajakan kerjasama antara UI dengan UIN STS Jambi dalam peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. ucapnya
Rumah Pengelolaan Sampah UI menjadi Pupuk Organik
Sebelumnya Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA menyampaikan apresiasi kepada UIN STS Jambi yang telah datang ke kampus UI, ia juga menyampaikan UI saat ini terus melakukan inovasi-inovasi baru yang selalu menjadi kampus sebagai kontributor kebutuhan bangsa dan dunia, salah satunya saat ini UI mampu memberikan dampak luas bagi Sosial dan Ekonomi bangsa melalu aktivitas Penelitian, pengajaran, dan pengabdian Masyarakat. Selanjutnya pada sesi diskusi yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Ganjar Kiswanto, M.Eng sebagai ketua Gugus UI Lestari, di hadapan Kepala Pusat Kajian UIN STS Jambi di antaranya, Syukrya Ningsih, M.Si Ketua Pusat Kajian Lingkungan Hidup, Ahmad Syukron Prasaja, M.Sc Ketua Pusat Kajian Demografi, Etnografi, dan Transformasi Sosial, Imam Arifa’illah Syaiful Huda, M.Sc Ketua Pusat Kajian SDG’s dan Khairiyani, S.E,M.S.Ak.,CADE.,CAP., memaparkan langkah strategis UI dalam melestari Kampus UI yang luasnya 320 hektar di bagi menjadi 25% lahan digunakan sebagai sarana akademik dan 75% lahan dimanfaatkan sebagai kawasan hijau dalam bentuk hutan kota yang di dalamnya terdapat kurang lebih 7800 Flora dan Fauna. Universitas Indonesia (UI) mempunyai tema Menuju Pengembangan Infrastruktur, Berkualitas, Ramah Lingkungan dan Terintegrasi. Sehingga UI menjadi konsen pada pengelolaan Infrastruktur, Energi, pengelolaan sampah, dan pengelolaan transportasi ramah lingkungan.
Danau UI sebagai wadah penampungan Air
Dalam penjajakan kerjasama dengan UI, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memperoleh banyak pembelajaran yang berharga terkait pengelolaan kampus hijau, diantaranya: 1) Penataan infrastruktur yang ramah lingkungan. Prof. Ganjar selaku Ketua UI lestari menyampaikan untuk tetap menjaga luasan kawasan hijau, jika UI akan membangun gedung, maka gedung akan di bangun secara vertikal dan minimal 8 lantai. Selain itu, beliau berpesan kurangi lahan parkir dan buat jalur pejalan kaki yang ramah lingkungan 2) Pemanfaatan energi berkelanjutan. Saat ini UI sudah menggunakan panel surya yang dapat menghasilkan energi listrik dengan produksi perbulannya mencapai 3120 kWh yang berdampak pada pengurangan emisi CO2 sebanyak 2,2 Ton Perbulan. dan 3. Pengelolaan sampah. Kampus UI mengolah seluruh sampah organik yang di sekitar kampus dengan cara pengomposan alami dan saat ini kompos yang dihasilkan sudah banyak dirasakan manfaatnya baik bagi kampus UI maupun masyarakat sekitar kota Depok.
Penyerahan Plakat UIN STS Jambi
Setelah melakukan pertemuan dilanjutkan penyerahan plakat oleh masing – masing kampus dan foto bersama, selanjutnya Tim Gugus Tugas UI Lestari mengajak Tim Green Sutha Tour kampus UI, dan pada pukul 16.00, pimpinan UI GreenMetric World University Rankings, Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc, MM. berkenan menerima dan berdialog dengan tim green sutha UIN STS Jambi.
Turut juga hadir dalam kegiatan tersebut Azizi, M.SI, Kasubbag.Kerjasama, Abdul Rahman, M.Pd.I Kasubbag Humas, Ali Ubadillah,S.P Staf Kerjasama, AA.As’ad Aripin, S.Pd.I Staf Humas dan Jannatunnasir, S.Th.I Staf Umum UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi(Ar)
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang terdiri dari Tim Green Sutha melakukan Studi Banding ke Universitas Indonesia (UI) Depok Jawa Barat , kegiatan studi banding ini berlangsung Jum’at, 4 Desember 2020, dengan tujuan untuk mempelajari dan mengamati secara lansung program GreenMetric UI yang telah meraih peringkat 47 Dunia dan peringkat 1 di Indonesia sebagai perguruan tinggi yang memberi dampak Sosial dan Ekonomi berbasis SDGs dari 766 Universitas dari 85 negara di dunia.
Kedatangan Tim Green Sutha UIN STS Jambi yang berjumlah 10 orang yang dipimpin oleh Dr.Bahrul Ulum, MA selaku wakil rekor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN STS Jambi disambut baik oleh Rektor yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset UI, Prof. Dr. Ir.Dedi Priadi,DEA dan beberapa pejabat UI lainnya bertempat di Aula Pertemuan Lt.2 Rektorat UI.
Photo Bersama Tim Green Sutha UIN STS Jambi Bersama Sekretaris dan Pejabat UI
Dalam pertemuan yang belangsung lebih kurang 60 menit tersebut Bahrul Ulum menyampaikan UIN STS Jambi saat ini sudah melakukan submit dalam program GreenMetric World University UI, ini menunjukkan bahwa Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. Su’aidi Asy’ari , MA, Ph.D berkomitmen untuk menjadikan kampus yang ramah lingkungan Green kampus sehingga UIN STS Jambi masuk dalam standar Penilaian kampus kelas dunia sesuai dengan standar GreenMetric World University Rankings. Katanya
Kehadiran TIM Green Sutha dari UIN STS Jambi tentu ingin mengetahui secara langsung program UI dalam Greenmetric secara keseluruhan serta mengamati secara langsumg proses yang diakukan dilapangan. selain mempelajari program GreenMetric, Bahrul juga melakukan penjajakan kerjasama antara UI dengan UIN STS Jambi dalam peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. ucanya
Sebelumnya Wakil Rektor Bidang SDM da Aset Universitas Indonesia Prof. Dr.Ir.Dedi Priadi, DEA menyampaikan apresisiasi kepada UIN STS Jambi yang telah datang ke kampus UI, ia juga menyampaikan UI saat saat ini terus melakuan inovasi-inovasi baru yang selalu menjadi kampus sebagai kontributor kebutuhan baagsa dan dunia, salah satunya saat ini UI mampu memberikan dampak luas bagi Sosial dan Ekonomi bangsa melalu aktivistas Penelitian, pngajaran, dan pengabdian Masyarakat. ia menjelaskan World University Impact Ranking merupakan satu-satunya pemeringkatan yang menilai kenerja Universitas berdasarkan tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Danau Buatan Kampus UI
Senjutnya pada sesi diskusi yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Ganjar Kiswanto, M.Eng sebagai ketua Gugus UI Lestari, dihadapan Kepala Pusat Kajian UIN STS Jambi di antaranya, Syukrya Ningsih, M.Si Ketua Pusat Kajian Lingkungan Hidup, Ahmad Syukron Prasaja, M.Sc Ketua Pusat Kajian Demografi, Etnografi, dan Transformasi Sosial, Imam Arifa’illah Syaiful Huda, M.Sc Ketua Pusat Kajian SDG’s dan Khairiyani, S.E,M.S.Ak.,CADE.,CAP., memaparkan langkah strategis UI dalam melestari Kampus UI yang luasnya 3200 hektar di bagi menjadi 50 hektar menjadi daerah hijau, 150 Hektar menjadi kawasan hutan kota di dalam kawasan hutan kota UI ini ada 7800 Flora dan Fauna. Kebijakan UI di kawasan hijau atau green tidak dibenarkan pengembangan akademik ini benar – benar kita jaga.
lanjut Universitas Indonesia (UI) mempuyai tema Menuju Pengembangan Inprastruktur, Berkualistas,Ramah Lingkungan dan Terintegrasi. Sehingga UI menjadi konsen pada pengelolaan Inprastruktur, Energi, pengelolaan sampah dan pengelolaan transportasi ramah lingkungan.
Rumah Pengelolaan Sampah UI Menjadi Pupuk Organik
Dalam penjajakan kerjasama dengan UI, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memperoleh banyak pembelajaran yang berharga terkait green campus, diantaranya: 1) Penataan infrastruktur yg ramah lingkungan. Prof. Ganjar selaku Ketua UI lestari berpesan bawa jika membangun gedung, sebaiknya secara vertikal dan minimal 8 lantai. Selain itu, beliau berpesan kurangi lahan parkir dan buat jalur pejalan kaki yang ramah lingkungan 2) Pemanfaatan energi berkelanjutan. Saat ini UI sudah menggunakan panel surya yang dapat menghasilkan energi listrik.dan 3. Pengelolaan sampah. Kampus UI mengolah seluruh sampah organik yang disekitaran kampus dengan cara pengomposan alami dan saat ini kompos yang dihasilkan sudah banyak dirasakan manfaatnya baik bagi kampus UI maupun masyarakat sekitar kota Depok.
Penyerahan Plakat dari WR III Bahrul Ulum
Setelah melakukan pertemuan dilanjutkan penyerahan plakat oleh masing – masing kampus dan photo bersama, selanjutnya Tim Gugus UI Lestari mengajak Tim Green Sutha Tour kampus UI, dan pada pukul 16.00, pimpinan UI GreenMetric World University Rankings, Prof.Dr.Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc,MM berkenan menerima dan berdialog dengan tim green sutha UIN STS Jambi. (Ar)
Lampung. Pada hari rabu, 02/12/2020, telah dilaksanakan acara pembahasan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang dibahas oleh wakil Rektor III UIN Raden Intan Prof. Wan Jamaludin,MA,Ph.D dan Wakil Rektor III UIN STS Jambi Dr.Bahrul Ulum, MA
Bertempat di Gedung Rektorat Institut Teknologi Bandung, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara FMIPA ITB dan FMIPA UM yang ditandatangani oleh Dekan FMIPA ITB, Prof. Edy Tri Baskoro, M.Sc, Ph.D dan Dekan FMIPA UM, Dr. Markus Diantoro, M.Si. Nota Kesepakatan Bersama tersebut memuat pasal-pasal tentang Kerjasama Pengembangan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Dalam sambutannya, Kadarsah Suryadi mengharapkan kerjasama kedua belah pihak ini nantinya dapat melaksanakan Program Double Degree S2 Pengajaran seperti halnya yang pernah dilaksanakan ITB dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri. Selain itu, karya-karya ilmiah di bidang seni bisa diperjuangkan untuk menghasilkan banyak Guru Besar di bidang seni yang selama ini masih tersandung dengan Scopus. Serta kesamaan-kesamaan lainnya yang bisa ditempuh ITB bersama dengan UM untuk kemajuan bangsa dan negara. Dikatakan oleh Kadarsah, saat ini sudah ada kesepakatan dengan 22 Perguruan Tinggi di Bidang Seni untuk membawa karya-karya ilmiah di bidang seni dalam menghasilkan Guru Besar di Bidang Seni.
Nota Kesepahaman Bersama antara ITB dan UM Tentang Peningkatan Program Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan perpanjangan dari MoU sebelumnya yg pernah ditandatangani kedua belah pihak pada Tahun 2009.
Pada hari Rabu, 2 November 2020 bertempat di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dua PTKIN yakni UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi degan UIN Raden Intan Lampung menjalin kerjasama bertujuan untuk peningkatan dan pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pada bidang pendidikan penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat.
kegiatan terebut langsung dihadiri oleh Wakil rektor III UIN STS Jambi Dr.Bahrul Ulum, MA yang membidangi kemahasiwaan dan kerjasama mengucapkan terima kasih atas penyambutan dan menyampaikan salam hormat rektor UIN STS Jambi. Dr. Bahrul Ulum, MA menyampaikan tujuan kunjungan ke UIN Raden Intan Lampung ini dalam rangka penjajakan Kerjasama ke beberapa Perguruan Tinggi termasuk salah satunya UIN Raden Intan Lampung, karena pimpinan UIN STS Jambi meihat bahwa UIN Raden Intan Lampung sangat repsentatif dalam pengeloaan kampus ramah liingkungan.
Kedatangan Wakil Rektor III Bahrul Ulum beserta rombongan disambut hangat oleh wakil Rektor III UIN Raden Intan Lampung Prof.Wan Jamaludin,MA,Ph.D bertempat di Ruang Kerja Kepala Biro AAKK UIN Raden Intan Lampung, kunjungan UIN STS Jambi di Kampus UIN Raden Intan Lampung merupakan kehormtan bagi kami, dalam sambutannya ia menyampaikan UIN Raden Intan Lampung saat ini terus melakukan perubahan dan inovasi dinataranya saat ini UIN Raden Intan Lampung masuk pada rangking ke 11 se Indonesia, rangking 1 pada PTKIN dan Rangking ke 172 se dunia pada UI greenMatric World Universty dalam pengeolaan kampus hijau berkanjutan ini merupakan salah satu keberhasilan UIN Raden Intan Lampung dalam pengelolaan kampus ramah lingkungan dalam program Green Kampus. banyak sekali standar dalam peniaian ini. Ahamdulillah UIN Raden Intan Lampung sudah dapat memenuhinya walapun belum sempurna. Jelasnya.
lanjutnya dalam peremuan ini juga membahas jalinan kerjasama antara UIN Raden Intan Lampung dengan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, adapun ruang lingkup kerjasama tersebut tentu dalam peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Prof. Wan Jamaludin,MA, Ph.D menyampaikan jalinan kerjasama dengan UIN STS Jambi terdapat beberapa ruang lingkup yang menjadi poin penting diantaranya, bersenergi membangun kampus ramah lingkungan yang dikenal dengan Green Kampus, saling mengisi dalam kegiatan kampus baik sebagai nara sumber pada kegiatan seminar dan workshof, peningkatan publikasi jurnal ilmiah, dan peningkatan kerjasama pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat., kehadiran kami berdua sebagai wakil rektor bidang kerjasama hanya pada persiapan isi naskah dan memaraf naskah MoU nanti akan ditandatangani oleh kedua rektor dan kita sangat berharap kerjasama ini berjalan dengan baik. Ucapnya
Turut dalam rombongan warek III UIN STS Jambi diantaranay. Azizi, M.SI sebagai Kasubbag Kerjasama, Abdul Rahman, M.Pd.I Kasubbag. HUMAS, Syukrya Ningsih, M.Si Ketua Pusat Kajian Lingkungan Hidup, Ahmad Syukron Prasaja, M.Sc Ketua Pusat Kajian Demografi, Etnografi, dan Transformasi Sosial, Imam Arifa’illah Syaiful Huda, M.Sc Ketua Pusat Kajian SDG’s dan Khairiyani, S.E,M.S.Ak.,CADE.,CAP., Ali Ubaidillah Staf Kerjasama, AA.As’ad dan Janntunasir Staf Humas UIN STS Jambi. (AR)
Program UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi akan masuk pada UI GreenMetric World University Ranking sebagai peringkat kampus terbaik dunia dalam pengelolaan kampus.
Untuk memulai pemetaan program green kampus Sutha agar terencana dengan baik UIN STS Jambi,Rabu 3 Desember 2020, pelajari program Green kampus UIN Raden Intan yang saat ini sudah masuk 11 besar UI Green Matrik bahkan salah satu green kampus terbaik pada PTKIN, kujungan Dr. Bahrul Ulum, MA Wakil Rektor III UIN STS Jambi selaku ketua rombangan mengatakan visit yang kita lakukan pada UIN Raden Intan Lampung ingin melihat secara langsung pola yang dilakukan UIN lampung pada program green kampus atau kampus hijau serta apa saja standar yang sudah dilakukannnya sehingga itu akan menjadi referensi UIN STS Jambi pada program Green Sutha menuju UI GreenMetric.
Selain mempelajari green Kampus UIN Raden Intan, Bahrul Ulum juga melakukakan penandatanganan MoU dengan UIN Raden Intan, MoU ini tentu merupakan legalitas dalam membangun Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga antara UIN STS Jambi dan UIN Raden Intan Lampung saling mengisi.
Sebelumnya Prof.Dr.Wn Jamaludi, MA,PH.D. selaku Wakil Rektor III yang didampingi tim green kampus Raden Intan Lampung menyambut baik kedatangan rombongn UIN STS Jambi, dalam pertemuan yang bertempat di ruang kerja Kepala Biro AUPKK UIN Raden Intan Lampung, ia menyampikan selamat datang dan apresiasi atas kunjungam UIN Jambi dan menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dan kehilafan dalam penyambutan, ia menjelaskan saat ini UIN Raden Intan masuk pada 11 besar UI GreenMetric World University rengking, keberhasilan ini merupakan kesungguhan komitmen semua pihak kampus mulai dari Rektor sampai kepada Cleaning Service untuk mengawal SOP Green Kampus yang sudah dirancang sehingga sistem berjalan dengan baik.
Turut hadir dalam rombongan ini azizi, selaku kasubbag kerjasama, A.Rahman Kasubbag Humas, Syukron, Imam, Syukrya Ningsih, Khairiyani, sebagai tim Green Sutha dan Ubaidillah, As’ad serta Jannatunnasir pendampingi rombongan.
Rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kampus Univeritas Indonesia sebagai kampus Ranking 1 GreenMetric Se-Indonesia.
Tanggal 9 Desember 2020 dibeberapa daerah baik Provinsi maupun kabupaten/Kota melaksanakan pemilihan Kepala Daerah tentu, dalam sebuah kompetisi ini, seluruh kontestan harus menyiapkan dua jenis mental. Mental siap menang dan siap kalah. Ya, siap untuk menerima kemenangan dan juga kekalahan.
Mengapa penting menyiapkan kondisi kejiwaan di atas? Dalam sebuah kompetisi kemungkinan ekstrim yang akan dihadapi cuma ada dua: menang atau kalah. Bisa juga hasilnya seri.
Tapi dalam sebuah kontestasi politik, harus ada yang keluar jadi pemenang, karena harus ada yang tampil memimpin. Sementara yang kalah, dalam konteks demokrasi, bisa memilih menjadi barisan oposisi.
Ketika akhirnya memenangkan kompetisi politik, penting bagi mereka menenggang rasa kepada pihak yang kalah. Lakukan tasyakur kemenangan dengan cara yang santun dan merendah dan yang amat penting adalah kekuatan itu ada karena ada tim yang kuat dan solid maka hargai mereka.
Bagi yang kalah, segera terima kekalahan dengan legawo Bersiap-siap diri untuk mengambil peran sebagai kekuatan check and balance kekuasaan, lalu, siap bertarung di periode berikutnya. Jangan saling menyalahkan karena mereka juga telah banyak berbuat untuk meraih kemenangan.
Prasyarat semua ini tentu, penyelenggaran kontestasi politik harus benar-benar jujur dan adil. Masing-masing kontestan menjungjung tinggi fairplay dan sportifitas.
Jangan ada kecurangan atau permainan kotor. Tidak boleh ada satu pun kontestan yang menggenggam nilai menghalalkan segala cara agar menang. Harus menjunjung tinggi fairness dalam prosesnya.
Kunci akhir adalah kesehatan jasmani dan rohani jika terlalu banyak memikir atas kekalahan bisa jadi berdampak buruk yang akan timbul pasca perhelatan teersebut. Mari kita jaga kesehatan, karena sehat itu mahal.
Untuk percepatan pembangunan dan perkembangan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi kampus lokomotof perubahan sosial, terdepan dan berwibwa, Retor UIN Sutha Jambi Prof. Dr. H. Su’aidi Asy’ari, MA.Ph.D silaturahim ke Menag RI dan melaporkan progres kenerjanya satu tahun serta program UIN Sutha Jambi ke Menteri Agama RI Fachrul Razi bertempat di ruang kerja Menag RI di Jakarta , Kamis, 26 November 2020.
Dalam pertemuan tersebut Menteri Agama RI Fachrul Razi menyambut baik silturrahim Rektor UIN Jambi dan memberi apresiasi atas capaian rektor dalam membangun kampus UIN STS Jambi dan kita bangga melihat program rektor yang visioner dan ini perlu menjadi dukungan kita semua pihak , terkhusus semua civitas akademika UIN Jambi
Apa yang telah disampaikan rektor merupakan langkah untuk memajukan UIN Jambi dan kita harap UIN Jambi benar – benar menjadi kampus sebagai lokomotif perubaham sosial tentu ini akan menjadi perbandingan bagi kampus lain dan tentu kita akan dukung penuh program UIN Jambi.
Menag juga menegaskan fungsi peningkatan pengawasan sehingga semua program dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang kita harap bersama, jagan sampai penyelesaian akhirnya masuk pada ranah hukum. Ini kita jaga bersamam
sebelumnya, dalam pertemuan tersebut rektor Su’aidi yang didampingi oleh Dirjen Pendis Kemenag RI menyampaikan progres atau capaian kepemimpinannya dalam satu tahun dihadapan Menteri Agama RI, diantaranya jumlah karya ilmiah dosen tetap UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang disitasi/dikutip ditargetkan mencapai 1.442, ternyata sampai 4 oktober 2020 mencapai 13.272 ini peningkatan yang ekstrem dari target 2020 yaitu sebesar 847 %, Dokumen Google Scholar dosen tetap ditargetkan 2.051 Dokumen meningkat menjadi 4.478 Dokumen peningktannya 106% pada tahun 2 020, kemudian Jumlah Dokumen artikel di Repository pada tahun 2019 sebanyak 379 Dokumen sementara hingga 14 oktober 2020 berjumlah 3.357 dokumen telah terjadi peningkatan Ekstrem sebesar 789% per 16 oktober 2020, jumlah publikasi pada jurnal nasional meningkat 70% dari 80 publikas ternyata per oktober 2020 mencapai 136 publikasi diatas terget tahun 2020, kemudian ia melanjutkan saati ini peringkat rangking sinta UIN Sutha Jambi juga melebihi target sebesar 36 % diatas target 2020 dari rangking 377 menjadi rangking 242, dan publikasi pada jurnal internasional bereputasi di tahun 2020 adalah sebesar 61. ternyata, sampai 4 oktober 2020 mencapai 76 publikasi. Hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi peningkatan sebesar 25% di atas target 2020, jumlah HKI dosen tetap pada tahun 2020 adalah sebesar 236. ternyata, sampai 4 oktober 2020 mencapai 247 HKI. Hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi peningkatan sebesar 5% di atas target 2020.
Rektor Su’aidi juga menyampaikan program UIN STS Jambi saat ini menata perubahan wajah kampus berstandar perguruan tinggi class dunia dengan beberpa program unggulan, diantaranya program green sutha, sarana olah raga berstandar Nasional, penataaan taman kampus, kolam pemancingan, taman satwa, pembangunan bumi perkemahan pramuka, pembangunan ringrood yang melingkari seluruh area kampus dan lain sebagainya.
Rektor Su’aidi yang merupakan jebolan Melbourne University Australia ini mengembangkan kampus UIN STS Jambi menjadi kampus moderasi beragama dan paradigma transintegrasi ilmu dengan menjadi alumni menjadi ulama ilmuan dan ilmuan ulama.
Dalam pertemuan rektor bersama Menteri Agama RI juga didampingi wakil Rektor I Dr. Rofiqoh Ferawati, Wakil Rektor II Dr As’ad Isma juga mengundang Menag RI hadir Langsung pada kegiatan Dies Natalis ke 53 dan Wisuda yang akan berlangsung bulan Desember nanti.
Konsep ekonomi syariah mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 1991 ketika Bank Muamalat Indonesia berdiri, yang kemudian diikuti oleh lembaga-lembaga keuangan lainnya. Pada saat itu sosialisasi ekonomi syariah dilakukan masing-masing lembaga keuangan syariah. Kemudian setelah dievaluasi bersama, disadari bahwa sosialisasi sistem ekonomi syariah hanya dapat berhasil apabila dilakukan dengan cara yang terstruktur dan berkelanjutan.
Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Temi Sumarlin meyakini peran Muslimah terhadap bisnis syariah sangat besar.
“Ini ditandai dengan banyaknya bisnis busana Muslim, artinya Muslimah berdaya dan menjadi penggerak,” ujar Temi.
Selain itu, potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar. Karena itu peran umat Muslim dituntut agar bisa memberdayakan, meng-empower, dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya produk syariah.
Menyadari potensi tersebut, lembaga-lembaga keuangan syariah berkumpul dan mengajak seluruh kalangan yang berkepentingan untuk membentuk suatu organisasi, dengan usaha bersama akan melaksanakan program sosialisasi terstruktur dan berkesinambungan kepada masyarakat. Kemudian organisasi ini dinamakan ‘Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah’ yang disingkat dengan MES, sebutan dalam bahasa Indonesia adalah Masyarakat Ekonomi Syariah, dalam bahasa Inggris adalah Islamic Economic Society atau dalam bahasa arabnya Mujtama’ al-Iqtishad al-Islamiy.
Perkumpulan ini didirikan pada hari Senin, tanggal 1 Muharram 1422 H, bertepatan pada tanggal 26 Maret 2001 M. Di deklarasikan pada hari Selasa, tanggal 2 Muharram 1422 H di Jakarta.
MES untuk Semua
MES dapat dibentuk oleh perorangan, lembaga keuangan, lembaga pendidikan, lembaga kajian dan badan usaha yang tertarik untuk mengembangkan ekonomi syariah. MES berasaskan Syariah Islam, serta tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga terbuka bagi setiap warga negara tanpa memandang keyakinan agamanya.
Didirikan berdasarkan Akta No. 03 tanggal 22 Februari 2010 dan diperbaharui di dalam Akta No. 02 tanggal 16 April 2010 yang dibuat dihadapan Notaris Rini Martini Dahliani, SH, di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-70.AH.01.06, tertanggal 25 Mei 2010 tentang Pengesahan Perkumpulan dan telah dimasukkan dalam tambahan berita negara No. 47 tanggal 14 April 2011.
Pada awalnya, MES hanya di bentuk di Jakarta tanpa mempunyai rencana untuk mengembangkan ke daerah-daerah. Ternyata kegiatan yang dilaksanakan oleh MES memberikan ketertarikan bagi rekan-rekan di daerah untuk melaksanakan kegiatan serupa. Kemudian disepakati untuk mendirikan MES di daerah-daerah dengan ketentuan nama organisasi dengan menambah nama daerah di belakang kata MES. Organisasi MES yang didirikan di daerah tersebut berdiri masing-masing secara otonom.
Arah Pergerakan
MES adalah organisasi independen, dan tidak terafiliasi dengan salah satu partai politik atau Ormas tertentu, namun harus tetap menjalin kerjasama agar dapat diterima semua pihak. Alhamdulillah, dengan segala aktifitasnya, MES telah mendapat pengakuan di semua kalangan masyarakat, baik dari kalangan ulama, praktisi, akademisi, pemerintah dan legislatif baik di dalam maupun luar negeri.
“Ke depannya diharapkan peran MES dalam mensosialisasikan ekonomi syariah dapat lebih ditingkatkan lagi. Penggerak MES adalah mereka yang kreatif dan punya program-program unggulan,” seperti yang dikutip dalam website resminya.
MES menjadi mitra pemerintah (legislatif dan eksekutif) dan juga Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dalam mengembangkan ekonomi syariah. Bersama-sama dengan Majelis Ulama Indonesia untuk mendorong pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Keuangan Syariah Dunia.
Visi
Menjadi wadah yang diakui sebagai acuan dan diikuti sebagai teladan bagi usaha percepatan pengembangan dan penerapan sistim ekonomi dan etika bisnis islami di Indonesia, mandiri, bukan organisasi pemerintah, bukan organisasi politik dan/atau tidak merupakan bagiannya
Misi
Menjadi wadah yang menghimpun seluruh sumber daya yang ada dan membangun sinergi antar pemangku kepentingan untuk mempercepat penerapan ekonomi syariah di berbagai bidang.
Menjadi wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi dalam rangka membentuk iklim ekonomi yang sesuai syariah.
Memelihara persatuan dan kesatuan dari para pemangku kepentingan ekonomi syariah sebagai regulator, ulama, pengusaha, akademisi, praktisi, tokoh masyarakat dan lain-lain.
Mendorong dan memotivasi anggota untuk meningkatkan kreatifitas, inovasi dan pembelajaran diri dalam mengembangkan berbagai usaha untuk mencapai maksud dan tujuan Masyarakat Ekonomi Syariah.
Menjadi wadah membangun kerjasama dan kemitraan dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan islam, organisasi ekonomi syariah lain, organisasi profesi, organisasi industri dan lain sebagainya dalam mengembangkan program percepatan pengembangan ekonomi syariah.
Kegiatan
Mewujudkan silaturahmi diantara pelaku-pelaku ekonomi, perorangan dan lembaga yang berkaitan dengan ekonomi syariah. Membangun sinergi dan kemitraan di antara perorangan dan lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan ekonomi syariah.
Mendorong pengembangan aktivitas ekonomi syariah sehingga menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam kegiatan usaha termasuk dalam hal investasi maupun pembiayaan.
Meningkatkan hubungan antar anggota dan otoritas yang terkait dengan kegitan ekonomi dan keuangan syariah. Meningkatkan kegiatan untuk membentuk sumber daya insani yang mempunyai akhlak, ilmu dan kemampuan untuk menjalankan dan mengembangkan kegiatan ekonomi syariah melalui penelitian, pengembangan dan pelatihan
Meningkatkan kesadaran dan keterlibatan anggota dan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi, namun tidak terbatas pada seminar, talkshow, workshop, pameran, konferensi, pendampingan, pelatihan dan lain sebagainya.
Menginisiasi dan mengembangkan berbagai lembaga pendukung ekonomi dan keuangan syariah.
Mengembangkan hubungan kerja sama dan penyedia informasi serta dukungan bisnis kepada pelaku keuangan syariah di domestik dan luar negeri.
Mengembangkan standarisasi / akreditasi berbagai sektor industri dan sektor profesi yang sesuai syariah.
Mendorong dan memberikan dukungan kepada pemerintah, DPR dan organisasi regulator lainnya dalam menyediakan ketersediaan undang-undang, peraturan pemerintah dan peraturan lainnya yang mendukung masyarakat menerapkan aktivitas ekonomi syariah.
Rektor Prof. Su’aidi Menyerahkan Proposal Sara Olahraga ke Menpora RI
Berrtempat di ruang kerja Menteri Pemuda dan Olaharaga RI ( MENPORA RI) Zainudin Amali, senin, 23 November 2020, di Jakarta, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof.Dr. H. Su’aidi Asy’ari , MA, Ph.D melakukan silaturahmi dengan MENPORA RI dalam rangka menyampaikan program UIN STS Jambi pada bidang sarana olahraga berstandar Nasional diantaranya pembangunan lapangan bola kaki, tenis, Futsal , Volly, Badminton dan sarana olah raga lainnya.
Dihadapan Menteri Olahraga RI Zainudin Amali, rektor manyampaikan UIN STS Jambi akan menyiapkan sejumlah sarana olahraga berstandar Nasional untuk mewujud generasi muda berprestasi pada bidang olahraga, saat ini pembangunan baru pada tahap pematangan lahan, ia mengharap mempora dapat membantu pembagunannya.
Rektor juga menyampaikan ke depan UIN STS Jambi siap sebagai tuan rumah dalam beberapa ivent olahraga di antaranya pada tahun 2020 nanti akan dilaksanakan PORPROV , ia mengharap sebagian cabang dari kegiatan tersebut dapat dilaksanakan didalam kampus UIN STS Jambi. Harapan beliau kedepan UIN STS Jambi akan menjadi incubator dalam semua aspek , untuk mempersiapkan itu, tentu , kita memulai dari sekarang sehingga kampus UIN STS Jambi benar-benar menjadi Lokomotif perubahan sosiai sesuai dengan Visi-Misinya Dukungan dan bantuan Menpora sangat kita harapkan sehingga pembangunan cepat dilaksanakan dan program pada bidang olahraga tentu dapat berjalan dengan baik.
Menteri Pemuda dan Olahraga (MENPORA RI ) Zainudin Amali menyambut baik kunjungan silaturahmi rektor UIN STS Jambi beserta rombongan diruang kerjanya, setelah ia mendengar laporan dan harapan rektor, Menpora akan segera mempelajari usulan rektor untuk percepatan pembanguann pisik sarana olahraga UIN STS Jambi, ia menyampaikan saat ini Kemenpora akan siap mewujudkan olahragawan berprestasi pada kompetisi bertaraf regional dan internasioanal melalui peningkatan kemampuan dan potensi olahragawan muda potensial dan olahragawan andalan nasioanal secara sistematis, terpadu, berjenjang, dan berkelajutan serta pemamfaatan modern untuk mendukung pembibitan.
Dari program yang telah disampaikan rektor Prof. Su’aidi Ia mengapresiasi ide besar Rektor UIN STS Jambi dalam pengembangan skill mahasiswa sebagai generasi muda bangsa pada bidang olahraga dan apa yang direncanakan oleh rektor tentu sangat medukung program Kementerian Olahraga, nanti, kita bangga banyak para atlit dan olahragawan yang muncul dari Jambi yang dapat mengharum nama bangsa dan daerah paga tingkat regional maupun Internasioanl.
Disela akhir pertemuan tersebut. rektor Prof. Su’aidi yang juga didampingi anggota DPD Dapil Jambi, M.Syukur, Wakil Rektor II, Dr. As’ad Isma. Wakil Rektor I Dr. Rofiqoh Ferawati dan Wakil Rektor III Dr. Bahrul Ulum menyerahkan secara langsung Proposal pembangunan sarana olahraga UIN STS Jambi kepada Menteri Mempora RI.