Rektor: MCK Mahasiswa Harus Standar Maksimal

Keseriusan Rektor Prof. Su’aidi merobah perwajahan kampus UIN STS Jambi terus dilakukannya, setelah program pelebaran jalan lingkungan kampus UIN Telanaipura dengan lebar 8 meter dalam tahap pekerjaan, belum lagi penataaan area parkir dan taman sedang dalam penyelesaian.

Rektor alumni barat terilihat hari ini, selasa (28/4/2020) turun untuk mengecek toilet mahasiswa FEBI yang tidak layak menurutnya untuk digunakn karena kotor dan tidak ada pesedian air, oleh karena itu ia meminta unit terkait ambil langkah cepat untuk merehap toilet maupun ruang kuliah, rektor berharap rehab ini bisa dikerjakan tahun ini 2020.

” ia kita berharap semua pasilitas kampus punya standar dan terukur apa lagi pasilitas toilet mahasiswa sangat jorok sekali, segera direhap tahun ini. Ucapnya saat mengecek Toilet kampus FEBI UIN Telanaipura.

Ia menambahkan semua area maupun ruang kosong segera ditata jadi taman dan area parkir, termasuk juga kantin yang berserakan dan tidak tertata dengan rapi segera dibongkar seluruh aset yang ada didalam kampus kedepan punya standar maksimal.

“Kedepan semua aset punya standar maksimal kenyamanan didalam kampus perlu diciptakan”. Tambahnya.

Turut mendampingi rektor dalam mengecek toilet fasilatas mahasiswa FEBI wakil Rektor II As’ ad Isma dan Kabag. Umum.

Rektor Kembali Pimpin Rapat Koordinasi Lintas Pimpinan UIN STS Jambi

Rektor UIN STS Jambi Prof. Su’aidi pimpin rapat koordinasi dengan lintas pimpinan yang terdiri dari Wakil rektor, kepala Biro, Dekan, Ketua Lembaga, kepala pusat dan kepala bagian.

Dalam rapat koordinasi tersebut rektor mendengar laporan dari pimpinan lainnya atas capaian kenerja selama Work From Home covid-19 ini edaran WFH sudah masuk Minggu ke empat, namun UIN STS Jambi tetap menjalankan tugas dengan baik. Dalam sambutan rektor pada pembukaan rapat melalui virtual daring senin,28 April 2020 sangat mengharap para pimpinan tetap bekerja dengan baik meskipun yang dilakukan secara daring karena saat ini kita masih dalam protap covid-19.

” saya mengharap kita semua tetap bekerja sesuai tugas kita masing masing target tetap kita capai bersama”

Dalam rapat tersebut banyak masukan dari para pimpinan terutama pada pelaksanaan akademik secara online terutama pada tataran mahasiswa yakni mengenai pake data internet dan jaringan yang masih bermasalah, sementara kebijakan perkuliahan tetap dilakukan secara daring.

Sementara yang lain dengan adanya Covid -19 ini tidak memberi hambatan yang mendasarkan dalam melaksanakan kerja dari rumah, meskipun sebagian tetap ngantor karena ada yang harus dikerjakan secara langsung yang tidak bisa dilakukan secara online.

Jika dilihat dari output pekerjaan pelayanana  secara online ini tentu juga terkadang target tidak tercapai misalnya pelaksanaan ujian skripsi secara online peminat ini masih sedikit jika dibanding secara menual sebelum civid-19, sekarang rata – rata hanya 30 .% seharusnya persiapan mahasiswa yang mengikuti wisuda semester ganjil ini paling tidak sudah masuk 60 – 70 % dari koata yang dibutuhkan.

Belum lagi misalnya dari laporan ketua LP2M Ayub Mursalin ia mengatakan peminat mahasiswa yang mengikut KKN dari rumah juga tidak seberapa jika dibanding KKN reguler.

Pada sisi akhir rektor mengharap civid-19 segera berakhir dan kita dapat tetap dalam bekerja seperti biasanya.

Rektor Lantik 13 Pejabat Struktural UIN STS Jambi

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Dr. H. Su’aidi Asy’ari, MA, pH.D melantik 13 Pejabat Struktural UIN STS Jambi yang terdiri Eselon III dan IV Bertempat diruang kerjanya Kampus UIN Telanaipura, Kamis(23/4/2020) tadi pagi.

Pelantikan kali ini berbeda dari prosesi palentikan sebelumnya, mengingat protap Covid- 19 rektor hanya melantik 5 orang  yang dilantik secara langsung selebihnya melalui Vidio zoom meeting.

Dalam amanatnya rektor mengajak pejabat yang dilantik untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan selalu mengingatkan sumpah dan janji yang diucapkan, agar dalam menjalankan tugas dapat terlaksana dengan baik sesuai aturan yang berlaku, agar kelak tidak menjadi masalah dan diharap berkahnya bagi kehidupan.

” saya harap pejabat yang dilantik ingat akan janji dan sumpah jabatannya yang baru saja anda ucapkan.

Rektor juga menyampaikan tantangan dalam pengembangan kampus ke depan sangatlah besar jika tidak serius dalam bekerja kita akan tertinggal dari yang lain, dan perlu diingat bahwa kita adalah pelayan bukan untuk dilayani.

Adapun 5 pejabat baru yang dilantik secara langsung diantaranya Asnawi sebleumnya Kasubbag Umum rektorat dilantik menjadi kabag.umum Fak.syariah, Syafriadi sebelumnya staf OKH dilantik menjadi kasubbag Ortala,Moh.Nazori Staf LP2M dilantik menjadi Kasubbag Kemahasiswaan Rektorat, Awaluddin, staf umum pada FEBI dilantik menjadi kasubbag Umum Fak.Syariah dan Ratna Sumarni,SE staf keuangan menjadi Kasubbag Keuangan rektorat

Selanjutnya 8 pejabat lama diantaranya Sari muslihah,SH sebelumnya Kabag.OKH dilantik menjadi Kabag FEBI, Najmi, S.Ag, MH.I sebelumnya Kabag Umum FEBI dilantik menjadi Kabag.OKH, Indrayadi,M.Pd.I Kasubbag Ortala pada OKH dilantik menjadi Kasubbag Fak.Saintek, Kholid Ali, S.Ag sebelumnya kasubbag.OKH dilantik menjadi Kasubbag Pascasarjana, Burhanuddin,S.Pd.I sebelumnya menjabat kasubbag Kemahasiswaan rektorat dilantik menjadi Kasubbag.Kemahasiswaan Fak.Dakwah, Zakiah, M.Pd.I sebelumnya Kasubbag Kemahasiswaan Dakwah dilantik menjadi kasubbag OKH,Dian Fidyati, S.Pd.I sebelumnya kasubbag keuangan dilantik menjadi kasubbag perencanaan dan yang terakhir Winanti, S.Ag Kasubbag Perencanaan dilantik menjadi Kasubbag Umum rektorat.

Yang betindak sebagai saksi dalam pelantikan tersebut Wakil Rekror II Dr.As’ad Isma dan Drs H. Daud Fakeh kepala biro AUPKK dan turut hadir dalam pelantikan mengingat Protap Covid hanya dihadiri oleh Wakil Rektor I Dr.Rofiqoh, Wakil Rektor III Dr. Bahrul Ulum dan Dr. H. Mahbub Daryanto kepala Biro AAKK.

KBNU UIN STS Jambi Berbagi Peduli Dampak Covid -19 dan Menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Keluarga Besar NU(KBNU)UIN STS Jambi berbagi Peduli sesama dalam bentuk sembako kepada yang berhak menerimanya, kegiatan ini berlangsung di kampus UIN STS Jambi Kampus Telanaipura Jambi,Selasa,(21/4/2020)tadi siang.

Upaya ini dilakukan oleh KBNU UIN STS Jambi mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan 1441 H dan dampak ekonomi akibat pandemi (covid -19) masih meyebar saat ini dan pemberlakuan himbauan pemerintah untuk melaksanakan Work From Home (WFH) masih diberlakukan.

Rektor UIN STS Jambi Prof. Su’aidi Asy’ari selaku KBNU dan pengurus wilayah NU Jambi mmenyambut baik inisiatif dari sahabat – sahabat NU yang ada UIN STS Jambi yang telah menggalang bantuan berupa sembako yang dibagikan kepada yang berhak menerimanya.

” kita ucapkan terima kasih dan apresiasi atas gagasan KBNU UIN STS Jambi yang telah menggalang sembako dari sahabat NU yang ada di UIN Jambi maupun masyarakat umum lainnya yang telah memberi bantuan sembako untuk dibagikan kepada yang berhak menerimanya.” Ucapnya pada saat penyerahan secara simbolis kepada penerima bantuan sembako KBNU

Rektor mengaharap kegiatan ini terus dilakukan pada masa mendatang inilah salah satu bentuk kepedulian kita kepada sesama.

Wakil rektor II UIN STS Jambi Dr. As’ad Isma sebagai kordinator KBNU UIN Jambi Peduli sesema, menyampaikan kegiatan bermula dari ide sebagian sahabat sahabat NU yang ada UIN STS Jambi dan ide ini diamini oleh yang lain sehingga terlaksana dan hari ini dapat kita salurkan kepada yang menerimakannya diantaranya seluruh Satpam UIN karena semuanya tenaga kontrak (Honorer) lalu kepada semua Clianing Service UIN dan masyarakat sekitar kampus yang ekonominya anjlok akibat dampak Covid-19 ini. Ucapnya.

Yayasan lokomotif Literasi Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Resmi Berdiri

yayasan Lokomotif Leterasi Sulthan Thaha Saifuddin Jambi resmi berdiri. Yayasan yang didiri oleh Dr.As’ad Isma ini sebagai wadah bagi Dharma Wanita UIN STS Jambi dalam menjalan programnya untuk lebih baju dan terukur pada masa mendatang.

Yayasan ini berkiprah pada bidang penyaluran bantuan. Sosial dan pendidikan, penyerahan akte notaris pendirian yayasan Lokomotif Leterasi Sulthan Thaha Saifuddin Jambi oleh pembuat akte notari H. Hazil Aima berlangsung di rumah moderasi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi selesa(21/4/2020)

Yayasan ini sebagai inisiasi perkumpulan ibu Dharma Wanita UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang bertujuan untuk mendirikan pendidikan PAUD dan TK berstandar Nasional dan juga sebagai gerakan sosial yang mempunyai legalitas hukum.

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi Prof. Su’iadi turut hadir dalam penyerahan akte notaris yayasan tersebut menyambut baik dan mengharap yayasan ini dapat memaju peogram Dharma Wanita UIN STS Jambi pada bidang pendidikan yang berkualitas pada tingkat PAUD/TK berstandar Nasional bahkan Internasional di Provinsi Jambi dan juga sebaga wadah resmi gerakan sosial yang ia lakukan nanti.

” ya kita harap berdirinya yayasan Lokomotif Literasi Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dapat meningkatkan kualitas jinjang pendidikan 0 yakni PAUD dan TK berstandar Nasional bahkan Internasional termasuk juga kegiatan lainnya yang dilaksanakan oleh Dahrama Wanita UIN STS Jambi. “Ucapnya.

Sebagai pengurus yayasan Lokomotif Literasi Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai pendiri Dr. As’ad Isma dan ketua Ibu Hj. chodijah Su’aidi

As’ad Isma sebagai pendiri mengharap dukungan kita semua khususnya Keluarga UIN STS Jambi terhadap program yang dijalankan nanti, karena pengurusnya yayasan ini adalah orang – orang UIN semua.

30 ASN UIN STS Jambi di Lantik Rektor

Humas. Sebanyak 30 orang ASN UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi di lantik dan diambil sumpah oleh rektor Prof. Dr. H. Su’aidi Asy’ari, MA, pH.D, Senin (20/4/2020) sekitar pukul 15.00 WIB. Bertempat kampus UIN STS Jambi Telanaipura.

Dari 30 ASN yang dilantik hanya dua orang yang mengikuti secara langsung di tempat pelantikan selainnya mengikuti pelantikan via zoom atau daring, hal ini sesuai dengan surat edaran menteri Agama peberlakuan satgas covid -19 virus Corona.

Namun prosesi pelantikan tetap mengikuti protap yang telah diatur walaupun Melaui daring oleh ASN yang dilantik.

Dalam pengarahan rektor menyampaikan ucapan selamat kepada 30 Aparatur Sipil Negara yang mayoritas sebagai Dosen UIN STS Jambi yang tersebar pada 7 fakultas dilingkungan UIN STS Jambi.

“saya ucapkan selamat kepada 39 ASN dilingkungan UIN STS Jambi dan selamat bertugas dengan baik”

Ia menambahkan hal ini perlu disyukuri begitu banyak diluar sana yang berkeinginan menjadi PNS namun takdir Allah menunjuk kalian semua.

Sesuai dengan peraturan ASN saya mengharap saudara dapat menjalankan tugas dengan baik dan mestinya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

ASN wajib dan patuh kepada Dasar Negara RI yakni Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia

Tangung jawab kita diperguruan tinggi ada tiga hal yang harus kita jalankan. Yakni Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

“Saya harapa semua ASN yang baru saya Lantik dapat meningkatkan kapasitas Tri Dahrama Perguruan Tinggi”

Hadir dalam pelantikan Wakil Rektor II Dr.As’ad Isma,M.Pd, kepala Biro AUPK Dau Fakeh sebagi saks, wakil rektor I DR. Rofiqoh dan Wakil Rektor III Dr. Baharul Ulum turut hadir dalam pelantikan teesebut

Hermanto Harun : Fatwa Corona

Fatwa Corona
Hermanto Harun*

Ragam efek Corona Virus ke pelbagai sektor kehidupan tampak sulit disekat. Semenjak dinyatakan sebagai pandemik global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selanjutnya dinyatakan menjadi wabah nasional oleh banyak negara di dunia, pola interaksi terhadap Covid 19 ini menimbulkan banyak reaksi serta aksi, baik yang berhubungan dengan ekonomi, politik, sosial budaya dan tidak terkecuali pandangan serta sikap dalam pengamalan beragama.

Meski kurva korban Covid 19 yang merenggut nyawa cenderung melandai, namun pengaruhnya terhadap pengamalan beragama agaknya masih juga menjadi trendi dalam banyak diskusi. Terlebih, musibah Corona ini akan melalui bulan Ramadhan 1441 H, sehingga banyak sekali pendapat keagamaan yang dituntut untuk difatwakan berkaitan dengan beberapa ritualitas ibadah dan budaya keagamaan yang biasa dilakukan baik dalam keseharian terlebih di saat bulan puasa.

Ketika wabah ini dinyatakan pandemik, para ulama telah menyatakan sikap keagamaan yang terangkum dalam banyak fatwa yang telah diterbitkan. Fatwa-fatwa keagamaan tersebut sangat beragam, baik bersifat institusional seperti Fatwa Persatuan Ulama Islam Dunia (al-Ittihad al-‘Alamy li al-‘Ulama al Muslimin), Dewan Riset Ulama al-Azhar Mesir (Majma’ Buhuts al-Azhar), Majlis Ulama Indonesia (MUI), maupun dari perpsektif personal ulama seperti Ustaz Abdul Shomad (UAS) Ustaz Adi Hidayat (UAH) Buya Yahya, Kiyai Ahmad Bahaudin (Gus Baha) dan lainnya yang dipandang mampu dan otoritatif dalam memberi pendapat keagamaan tentang hal itu.

Secara umum, jumhur ulama di atas sepakat, bahwa Virus Corona termasuk waba’ tha’un (pandemik global) yang dapat menimbulkan mafsadah, karena dapat mengancam (dharar) bagi kehidupan manusia. Status dharar tersebut merupakan bahaya besar dan mesti di musnahkan segera atau paling tidak diminimalisir secepatnya. Mafsadah (kerusakan) dan dharar (bahaya) tersebut adalah dua entitas yang kontras dengan orientasi umum ajaran Islam. Dari itu, dalam maqasid syariah (tujuan inti syariat) menjaga lima dasar kehidupan (kulliyat khams) yang terdiri dari menjaga agama, jiwa, akal, nasab dan harta disebut juga dengan dharuriyat yang berkedudukan primer, yang tidak boleh terancam oleh dharar dan mafsadah guna menjaga kehidupan manusia.

Mengingat Covid 19 adalah wabah menular, maka langkah pencegahannya adalah dengan meniadakan kerumunan, melakukan physical distancing yang termasuk di dalamnya adalah menunda pelaksanaan sholat secara berjamaah di Masjid dan mentiadakan pelaksanaan sholat Jum’at sementara waktu. Peniadaan sementara ritual ibadah tersebut karena masuk kategori menghindari mafsadah (penularan) yang jauh lebih baik daripada mengerjakan kebaikan (mashalih) seperti ibadah berjamaah.

Namun, argumen tentang mafsadah dan dharar Covid 19 bagi manusia sebagaimana penjelasan di atas, tidak lantas menutup semua interpretasi hukum yang berbeda tentang hal tersebut. Karena, tingkat dharar dan mafsadah-nya bagi setiap orang yang dipandang masih samar di satu sisi, dan teropong keimanan kepada taqdir menjadi variable yang mesti ditimbang di sisi yang lain. Selain itu, adanya asumsi ‘konspirasi’ politik dalam rangka menjauhkan umat dari tempat ibadah, menjadi alibi tersendiri yang juga tak boleh dianggap nihil. Dari perspektif itu semua, menurut Azyumardi Azra, sulit untuk menafikan adanya kelompok splinter agama, yaitu kalangan umat beragama yang memiliki cara pandang berbeda dengan arus utama (mainstream) (Republika 26/3/2020). Maka tidak salah, jika ditengah umat, masih saja ada individu atau kelompok yang melakukan amaliyah yang justru berlawanan dengan himbawan fatwa tadi.

Adanya splinter agama tersebut bukan-lah asing dalam kajian turats, karena dalam sejarah fiqih, ada bebarapa pendapat yang dianggap syaz (aneh) dan bertolak belakang dengan pandangan jumhur ulama. Fatawa syazah (pendapat yang aneh) adalah pendapat yang tidak mengikuti metodologi fatwa secara benar dan dinyatakan keliru oleh mayoritas ulama. Hal ini seperti yang dicontohkan oleh Yusuf al-Qaradawi dalam bukunya al-Fatawa Syazzah, yaitu pendapat Ibn Hazm al-Zahry tentang najisnya pisik orang musyrik dan halalnya meminum air yang bercampur dengan air kencing sebagaimana yang diungkapkan dalam kitab fiqh-nya al-Muhalla.

Lantas, bisakah disebut perilaku splinter Corona tersebut sebagai pengamal pendapat keagamaaan yang syaz? Jawabannya tergantung darimana sisi mana argumen jawaban itu akan dikonstruksikan. Namun, dari perspektif menjaga maslahat yang lebih besar, dan menghindar dari wabah pandemik menular yang bersifat ghaib, maka menggunakan pendekatan sad li-zari’ah (tindakan pencegahan), rasanya lebih rasional dijadikan teori pendekatan dalam mencari formulasi pandangan hukum keagamaan terhadap Covid 19 ini. Mengingat, pencegahan serta penanggulangan terhadap wabah covid 19 ini adalah bagian yang include dan tak terpisahkan dari upaya dan tindakan pengobatan. Apatah lagi, pandangan keagamaan yang berbentuk fatwa diterbitkan oleh institusi keagamaan yang selama ini memiliki otoritas dan dijadikan rujukan serta bagian dari sumber hukum oleh institusi negara.

Namun memang, persoalan tidak sesederhana itu, karena hukum keagamaan yang bersifat furu’ sangat rentan terjadi perbedaan pendapat. Karena ruang hukum-nya berada dalam wilayah ijtihadiyah yang diantara prasyarat penguatan kesimpulan hukumnya adalah waktu (zaman), tempat (amakin) dan kondisi sosial masyarakat (ahwal ijtima’iyah). Disini kemudian kaedah hukum berlaku, alhukm yaduru ma’a al’illat wujuda wa ‘adama, bahwa kesimpulan hukum itu selalu dipengaruhi oleh sebab dan justifikatisi yang mengitarinya.

Jika kekhawatiran atas penularan wabah Covid 19 menjadi justifikasi peniadaan sementara sholat berjamaah dan Jum’at di Masjid dianggap tidak memiliki kekuatan legitimasi, maka bagaimana dengan sikap keagamaan sahabat Nabi ‘Amr bin ‘Ash yang meminta rakyatnya untuk meninggalkan rumah dan hijrah ke puncak gunung dan lembah sebagai bentuk social distancing menghindar wabah, dan diyakini tidak melaksanakan Sholat berjamaah dan Jum’at? Juga pendapat fuqaha terdahulu yang pernah meniadakan sholat berjamaah di Masjidil Haram ketika terjadi wabah besar di kota Makkah pada tahun 827 Hijriah, seperti yang diungkapkan oleh al-Hafiz Ibn Hajar (852 H) dalam bukunya Anba’ al-Ghumur fi Anba al-‘Umur.

Sebenarnya, konstruksi argument fatwa Corona sebagai bentuk pencegahan terhadap penularan dan antisipasi korban lebih besar sudah cukup rasional, baik dari perspektif dalil teks (naql) dan rasionalitas (aql). Namun, berapapun tumpukan dalil itu hanya berguna bagi yang berfikir dalam mencari kebenaran. Sebab kata syeikh Ghazali, saya tidak takut dengan manusia yang berfikir meskipun salah, karena dia masih berpotensi untuk kembali kepada kebenaran. Namun yang takutkan adalah orang yang tidak berfikir meskipun selalu dibimbing, sebab dia hanya seperti jerami dalam tiupan angin. Wallahu ‘alam.

*Dosen Pascasarjana UIN STS Jambi & Sekretaris MUI Prov Jambi

FGD UIN STS Jambi : Menyingkapi Kebijakan Covid- 19 (Ibadah, Sosial dan Keagamaan)

Humas. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melalui Daring Zoom Metting melakukan Forum Diskusi Group dengan Tema ” Menyingkapi Kebijakan Covid- 19 ( Ibadah, Sosial dan Keagamaan) Kamis, 16

Salah satu narasumber dr. Tri Wibowo dalam pemaparannya menyampaikan bahwa di provinsi Jambi ada 6 orang yang terjangkit covid – 19 masih dalam penyembuhan.

Jakfar Ahmad ketua Ombudsman Jambi juga sebagai Nara sumber menyampaikan alat yang diberikan sudah tersebar di seluruh satker kesehatan di Prov. Jambi, terkait OPD penyalyrannya masih dalam proses, kita berharap program ini berjalan dengan baik. Kita harap tidak ada penumpang gelap dalam penyaluran ODP ini.

Ia melanjutkan tempat isolasi dalam pasein dalam pengawasan

Tinjau Lokasi, Rektor Akan Bangun Kolam Modern di Hutan Kampus

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Su’aidi tinjau lokasi Hutan Kampus, Selasa,(14/2020) tadi siang.

kali ini rektor turun dalam meninjau tencana pembangunan kolam ikan modren multifungsi, artinya bisa untuk lomba macing dan bermain sepeda air sehingga tercipta suasana keasyikan tesendiri bagi pengunjung. kolam Modeen ini dibangun untuk masyarakat melakukan piknik dan Tan rekriasi bersantai – santai bersama keluarga didalam kampus UIN.

Direncanakan lokasi pembangunan kolam Modern ini dipinggir hutan kampus yang berada didalam lokasi UIN STS Jambi Sungai Duren.

Rektor Su’aidi juga mengajak konsultan meninjau lokasi untukem deaain gambar dan perencanaan keuangan yang dibutuhkan untuk pembangunan kolam Modern yang ia inginkan.

” iya kita akan buat kolam modern dalam kampus UIN ini untuk masyarakat. Didalamnya dilengkapi dengan kazebo dan taman bermain agar untuk bersantai-sanatai, pokoknya mantap deh” .katanya tadi siang di lokasi.

Ia menambahkan pembangunan kolam ini direncanankan panjang 250 m dan lebar 50 m, di sekeliling kolam akan dibangun kazibo dan taman yang indah sehingga semua penjung nanti akan betah untuk untuk bermain bersama keluarga.

Selain melihat lokasi kolam rektor juga mengunjungi pembangunan SBSN pada area pembangunan Etrepenuarship mahaaiawa disambut oleha tim manajemen SBSN dan didampingi PPK Agel.

H.Muhammad Bafadhal :Pelaksanaan Ibadah Haji Sebagai Labor Pengendalian Diri Manusia

Jambi — Salah satu hikmah dari pelaksanaan ibadah haji adalah sebagai labor pengendalian diri manusia. Hal ini antara lain tercermin dari bagaimana seorang jemaah haji mampu menjadi pribadi yang saleh secara individu maupun secara sosial yang juga dapat diukur dari kepedulian dan empati kepada sesama.

Inilah beberapa pesan H. Muhammad Bafadhal selaku narasumber yang disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Manasik Secara Online yang dilaksanakan Bidang PHU Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi bekerjasama dengan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji (PW FKAPHI) Provinsi Jambi melalui daring aplikasi Zoom, Sabtu (11/04).

Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 91 orang jemaah haji asal kota jambi, tanjab timur, dan tebo tersebut, ia juga menitipkan pesan agar jemaah haji Provinsi Jambi tidak panik dan terpengaruh pada kabar-kabar menyesatkan yang meresahkan jemaah haji terkait informasi penundaan ibadah haji tahun ini yang sering beredar di media massa akhir-akhir ini.

“Persiapan pelaksanaan ibadah haji masih tetap berjalan sampai ada kebijakan lebih lanjut dari pemerintah Arab Saudi,” imbuhnya. Ia juga menambahkan, bahwa pelaksanaan bimbingan manasik haji di Provinsi Jambi akan tetap dilaksanakan walaupun dengan menggunakan media aplikasi daring. Ini sebagai bentuk antisipasi Kementerian Agama dalam menyikapi persiapan pelaksanaan ibadah haji di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti yang terjadi saat ini.

Terakhir, dirinya selaku Kasi Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji juga menyampaikan bahwa “Bidang PHU Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi akan berupaya merangkul semua pihak terkait seperti KBIHU, para pembimbing haji bersertifikat maupun PW FKAPHI untuk mengoptimalkan berbagai sarana teknologi informasi yang ada sehingga jemaah haji Provinsi Jambi masih tetap dapat mengikuti bimbingan manasik,” pungkasnya.